Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, 12 Siswa SD di Takalar Dilarikan ke Rumah Sakit

Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, 12 Siswa SD di Takalar Dilarikan ke Rumah Sakit -  - Gambar 2627

Pemerintah Kabupaten Takalar telah memastikan bahwa menu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya diduga menyebabkan keracunan pada 12 siswa sekolah dasar, aman untuk dikonsumsi. Kepastian ini diperoleh setelah Dinas Kesehatan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut.

“Iya, ada 12 siswa yang dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan,” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Takalar, dr Nilal Fauziah.

Ia menjelaskan, 12 siswa tersebut berasal dari tiga sekolah SD yang berbeda. Seperti, SD Kapunrengan 10 siswa, SD Bonto Ba’do 1 orang siswa dan SD Lengkese 1 orang siswa

“Memang untuk hari ini ada tiga sekolah di Takalar yang diberikan MBG. Total siswa itu sekitar 97 orang siswa,” sebutnya.

“Jadi, ini bukan keracunan massal ya karena penerima MBG itu 97 orang dan keracunan cuma 12 orang,” tambahnya.

Wali Kota Munafri Dukung Program Prioritas Presiden, Makassar Jadi Percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga

Pemkab Selidiki

Pemerintah Kabupaten Takalar bergerak cepat mendalami kasus ini. Dinkes langsung membuat tim khusus dan telah mengambil sampel makanan MBG itu untuk diperiksa di laboratorium.

“Kami belum bisa memastikan apakah dari sumber makanan karena korbannya tidak massal ya. Artinya banyak kemungkinan. Termasuk bisa saja berasal dari air minum yang sebagian besar dibawa anak-anak dari rumahnya,” kata Nilal.

Sementara itu, Sekda Takalar Muhammad Hasbi mengimbau masyarakat Takalar untuk tidak panik menyikapi informasi ini.

Ia meminta masyarakat mempercayakan penanganan kejadian ini kepada Pemkab Takalar. “Kami imbau masyarakat tidak panik. Ini kejadian pertama dan tidak massal. Percayakan kepada pemerintah untuk menangani hal ini. Kami yakinkan, program ini demi perbaikan asupan gizi untuk anak-anak kita,” ucap Hasbi terpisah.

Dua Calon Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Enrekang Lolos Seleksi, UKK Digelar di Unhas

Rentetan Kejadian Serupa

Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di beberapa daerah lain. Pada 16 Januari 2025, sebanyak 40 siswa di SD Negeri Dukuh 03, Sukoharjo, Jawa Tengah, mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari nasi putih, ayam tepung, tumis wortel tahu, buah naga, dan susu. Diduga, keracunan tersebut disebabkan oleh ayam yang kurang matang.

Selain itu, pada 21 Februari 2025, delapan siswa SD Negeri 7 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, mengalami sakit perut dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Beberapa siswa bahkan menemukan belatung di lauk dan buah yang disajikan, sehingga makanan tersebut tidak jadi dikonsumsi.

Menanggapi insiden-insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa evaluasi terhadap teknis pengolahan dan penyajian makanan dalam program MBG sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Wali Kota Makassar Munafri Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 Lokasi Target Tampung 122.000 Siswa

02

Wali Kota Munafri Dukung Program Prioritas Presiden, Makassar Jadi Percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga

03

Danantara Perkuat Kampung Haji Indonesia, 11 Menara Baru Dibangun di Makkah

04

Dua Calon Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Enrekang Lolos Seleksi, UKK Digelar di Unhas

05

Wali Kota Makassar Munafri Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun

06

PERSEJASI Tallo Harumkan Nama Kecamatan, Raih Dua Medali di FORKOT KORMI Makassar 2026

07

Singapura Bereaksi, Indonesia Pangkas Ekspor Gas 31 BBTUD demi Ketahanan Energi Nasional

08

Penimbunan Lahan Stadion Untia Mulai Tampak, Pemkot Makassar Kebut Pekerjaan Fisik

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement