Bentrok Berdarah di Pemalang: Siapa PWI LS, Ormas Islam Penentang FPI?

Bentrok Berdarah di Pemalang: Siapa PWI LS, Ormas Islam Penentang FPI? - PWI - Gambar 543
Habib Rizieq Shihab sebagai penceramah utama di tabligh akbar FPI.

Manyala.co – Sebuah insiden berdarah pecah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu malam, 23 Juli 2025, ketika dua organisasi masyarakat Islam, yakni Front Pembela Islam (FPI) dan Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS), terlibat dalam bentrokan sengit yang menyebabkan lima orang mengalami luka-luka, termasuk satu anggota kepolisian.

Kericuhan tersebut dipicu oleh aksi penolakan dari pihak PWI LS terhadap penyelenggaraan tabligh akbar oleh FPI yang rencananya menghadirkan Habib Rizieq Shihab sebagai penceramah utama. Menurut PWI LS, kehadiran Rizieq Shihab dalam agenda keagamaan itu dinilai sarat dengan pesan-pesan intoleran dan dianggap bisa memicu polarisasi sosial berbasis keagamaan.

Kekhawatiran tersebut kemudian berkembang menjadi tindakan nyata, ketika sejumlah anggota PWI LS melakukan upaya pembubaran secara langsung di lokasi tabligh akbar. Sayangnya, tensi yang tinggi berubah menjadi kekerasan terbuka dan berujung bentrokan fisik antara kedua kubu. Aparat yang berusaha meredam situasi juga turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Lantas, siapakah sebenarnya ormas PWI LS yang disebut-sebut sebagai pemicu bentrokan tersebut?

PWI LS merupakan singkatan dari Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah, sebuah organisasi Islam yang tumbuh di tengah komunitas Nahdliyin namun tidak secara resmi berada di bawah struktur organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Kehadiran PWI LS muncul sebagai respons atas meningkatnya pengaruh tokoh-tokoh keturunan Arab, khususnya dari trah Ba’Alawi, yang dinilai sebagian kelompok telah menyimpang dari nilai-nilai Islam Nusantara dan semangat kebangsaan.

Semarak Porseni HUT RI, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Kekompakan ASN hingga Peduli Kebersihan

Organisasi ini dibentuk oleh sekelompok tokoh keagamaan dari kalangan Nahdliyin yang memiliki keprihatinan terhadap dominasi narasi keislaman yang mereka anggap tidak selaras dengan tradisi lokal serta nilai-nilai Pancasila. Salah satu misi utama PWI LS adalah menjaga dan menghidupkan kembali warisan dakwah Walisongo sebagai fondasi utama Islam di Nusantara. Mereka juga menegaskan posisi ideologisnya sebagai penyeimbang terhadap kelompok-kelompok yang dianggap anti-nasionalis dan tidak sejalan dengan konsensus kebangsaan seperti UUD 1945 dan Pancasila.

Dalam struktur organisasinya, PWI LS dipimpin oleh KH Abbas Billy Yachsy, pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, yang terpilih sebagai Ketua Umum dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) perdana mereka pada 7–8 Maret 2025 di Bekasi. Dalam pernyataan publiknya saat itu, Abbas secara eksplisit menyatakan penolakannya terhadap klaim nasab keturunan Rasulullah SAW yang kerap digunakan oleh kelompok Ba’Alawi sebagai legitimasi keagamaan dan sosial.

“Kami tegas menyatakan bahwa secara ilmiah, klaim tersebut tidak tersambung secara sahih kepada Rasulullah SAW. Maka kami tidak mengakui otoritas berbasis nasab tersebut,” ujar Abbas dalam pidato penutup Mukernas.

Meskipun tidak diakui secara formal sebagai bagian dari NU, PWI LS telah tumbuh menjadi kekuatan sosial yang cukup besar. Organisasi ini sudah memiliki jaringan kepengurusan dan kaderisasi yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, serta mulai membangun basis di beberapa wilayah lain di Indonesia.

PWI LS juga mengusung visi yang luas dan kompleks, mencakup lima poin utama: revitalisasi nilai moral dan tradisi lokal, penguatan dakwah berbasis kasih sayang, pembangunan mental-spiritual masyarakat, pemberdayaan potensi dasar umat, serta penguatan kemandirian komunitas. Misi mereka meliputi internalisasi ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dan nilai-nilai Walisongo ke dalam berbagai aspek kehidupan, peneguhan semangat gotong royong, pembangunan struktur organisasi yang disiplin, serta pengembangan kemampuan kader berbasis profesi dan potensi bisnis.

HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Semarakkan Perayaan Lomba Lingkup SKPD hingga Tingkat RT/RW

Lebih jauh lagi, PWI LS juga menargetkan kemandirian dalam hal ekonomi dan spiritual. Mereka berupaya membangun ekosistem bisnis antar kader dengan menjalin kemitraan bersama para pemangku kepentingan (stakeholder), dengan harapan dapat membentuk masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Kendati visinya tampak ideal dan mengakar pada nilai-nilai tradisi Islam Nusantara, bentrokan dengan FPI menunjukkan bahwa dinamika ormas Islam di Indonesia masih rawan gesekan. Terutama ketika perbedaan ideologi dan interpretasi agama bersinggungan langsung di ranah publik.

Pihak Kepolisian Resor Pemalang menyatakan bahwa saat ini penyelidikan atas insiden kekerasan tersebut tengah berlangsung, dan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti memicu kerusuhan. Aparat juga tengah memetakan kembali potensi konflik horizontal antarormas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Bentrok ini menjadi cerminan bahwa di balik wajah moderasi beragama yang digaungkan, masih ada ketegangan laten yang belum sepenuhnya terurai. Persoalan siapa yang paling berhak berbicara atas nama Islam dan siapa yang layak menyandang otoritas moral menjadi perdebatan yang bukan hanya teologis, tetapi juga politis dan sosial.

ITH Teken MoU dengan Pemkab Pinrang, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

02

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Pemilahan Sampah di Makassar, Budaya Pilah Sampah Dimulai Sejak 2025

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement