Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

Olahraga

Manyala.co – Olahraga tetap dapat dilakukan selama bulan Ramadhan sepanjang dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang serta pada waktu yang tepat, menurut panduan kesehatan yang dirujuk dari Cleveland Clinic, Jumat (20/2/2026).

Berpuasa selama lebih dari 12 jam tanpa asupan makanan dan minuman kerap menimbulkan kekhawatiran terkait risiko dehidrasi, kelelahan, dan penurunan tekanan darah saat berolahraga. Namun, para ahli kesehatan menyebut aktivitas fisik tetap aman dilakukan selama individu memperhatikan kondisi tubuh masing-masing.

Secara umum, latihan dengan intensitas ringan hingga sedang dinilai tidak mengganggu ibadah puasa dan justru membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan. Sebaliknya, olahraga intensitas tinggi saat tubuh kekurangan cairan berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, pusing, hingga kelelahan berlebihan.

Penyesuaian waktu menjadi faktor kunci. Salah satu waktu yang direkomendasikan adalah 30 hingga 60 menit menjelang berbuka puasa. Pada periode ini, tubuh masih memiliki cadangan energi, dan cairan dapat segera digantikan setelah azan magrib.

Pilihan waktu lain adalah setelah berbuka puasa. Latihan intensitas sedang dapat dilakukan dengan memberi jeda sekitar 1 hingga 2 jam setelah makan untuk menghindari gangguan pencernaan. Alternatif berikutnya adalah setelah sahur, dengan catatan intensitas tetap ringan dan kebutuhan cairan dipenuhi hingga waktu imsak.

Hadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah, Dirut PT PAL Ajak Ormas Islam Bangun Kekuatan Industri Nasional

Selain waktu, jenis olahraga juga menentukan keamanan selama puasa. Aktivitas seperti jalan kaki santai, yoga, peregangan (stretching), bersepeda ringan, dan latihan kekuatan dengan beban tubuh ringan lebih dianjurkan. Latihan kardio intensitas tinggi, angkat beban berat, atau olahraga kompetitif sebaiknya dilakukan setelah berbuka untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan.

Manfaat olahraga saat puasa dinilai tetap signifikan jika dilakukan dengan tepat. Aktivitas fisik membantu mempertahankan massa otot ketika frekuensi makan berubah selama Ramadhan. Latihan ringan seperti bodyweight training dapat menjaga kekuatan otot dan mencegah penurunan massa tubuh tanpa lemak.

Olahraga juga mendukung metabolisme tetap aktif meskipun pola makan hanya dua kali sehari, yakni saat sahur dan berbuka. Selain itu, aktivitas fisik memicu pelepasan hormon endorfin yang berkontribusi terhadap peningkatan suasana hati dan energi.

Perubahan pola tidur selama Ramadhan menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Olahraga ringan dapat membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur, terutama jika dilakukan pada waktu yang konsisten.

Untuk menjaga keamanan, beberapa langkah disarankan. Kebutuhan cairan harus dipenuhi saat sahur dan berbuka dengan pola minum bertahap. Asupan makanan bergizi seimbang, terutama protein dan karbohidrat kompleks, membantu menjaga energi selama puasa.

Ribuan Kafilah Hadir, Appi Sebut MTQ VIII KORPRI Nasional Gerakkan Ekonomi Makassar

Intensitas latihan dianjurkan dikurangi sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan rutinitas normal. Aktivitas sebaiknya dihentikan jika muncul gejala seperti pusing, lemas berlebihan, atau mual. Olahraga di bawah paparan sinar matahari langsung juga sebaiknya dihindari guna mencegah dehidrasi.

Meski demikian, rekomendasi ini bersifat umum. Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan jantung atau diabetes, disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai atau melanjutkan program latihan selama Ramadhan.

Dengan penyesuaian waktu, jenis, dan intensitas latihan, olahraga selama puasa dapat tetap dilakukan tanpa mengganggu ibadah maupun kesehatan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

04

Tim PKM PNUP Gelar Kegiatan Penerapan Teknologi di Kabupaten Sidrap

05

Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an

06

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

07

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Kolom

× Advertisement
× Advertisement