Manyala – Argentina memastikan satu tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Tim Tango sempat tertinggal lebih dahulu sebelum membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada masa injury time atau menit ke-92. Kedua gol kemenangan Argentina berawal dari assist sang kapten, Lionel Messi.
Sebelumnya, Inggris membuka keunggulan lewat Anthony Gordon pada menit ke-55.
Kemenangan ini membawa La Albiceleste kembali melangkah ke partai puncak dan berpeluang mengulang kesuksesan pada Piala Dunia 2022, ketika menjadi juara setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti.
Di final, Argentina akan menghadapi Spanyol yang lebih dahulu memastikan tiket usai mengalahkan Prancis dengan skor 2-0. Partai puncak akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey atau Stadion New York New Jersey, East Rutherford, pada Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Sementara itu, Inggris akan menghadapi Prancis dalam perebutan peringkat ketiga.
Jalannya pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Inggris langsung menantang Argentina bermain terbuka sehingga tensi laga sudah terasa sejak awal.
Pada menit ketiga, Enzo Fernandez melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson di tengah lapangan yang sempat memicu adu argumen antarpemain kedua tim.
Selama 15 menit pertama, kedua tim belum mampu menciptakan peluang berbahaya. Permainan berlangsung keras dengan tekanan tinggi sehingga baik Inggris maupun Argentina kesulitan mengembangkan serangan.
Peluang mulai tercipta pada menit ke-19 ketika Reece James menusuk dari sisi kiri dan mengirim umpan silang, tetapi bola berhasil diamankan Emiliano Martinez. Sejumlah upaya serangan Argentina juga masih mampu dipatahkan pertahanan Inggris.
Hingga pertandingan memasuki hydration break, kedua tim belum mampu melepaskan tembakan tepat sasaran.
Peluang terbaik Inggris di babak pertama hadir pada menit ke-33 melalui situasi bola mati. Berawal dari tendangan bebas Declan Rice, John Stones berhasil menyundul bola ke tiang jauh, namun arah sundulannya masih melenceng.
Wasit mengeluarkan kartu kuning pertama pada menit ke-37 kepada Elliot Anderson setelah menghentikan Lionel Messi yang sedang memimpin serangan balik Argentina.
Lima menit berselang, Lisandro Martinez juga menerima kartu kuning karena menarik kaus Morgan Rogers saat berupaya menghentikan serangan cepat Inggris.
Tidak banyak peluang tercipta hingga turun minum dan babak pertama berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang. Julian Alvarez memperoleh peluang emas setelah masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras, tetapi Jordan Pickford mampu melakukan penyelamatan.
Meski Argentina tampil lebih dominan di awal babak kedua, justru Inggris yang berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-55 melalui Anthony Gordon.
Gol tersebut bermula dari serangan cepat ke jantung pertahanan Argentina. Setelah gelombang serangan pertama berhasil dipatahkan, Inggris mendapatkan bola kedua. Morgan Rogers kemudian mengirim umpan ke tiang jauh yang disambut Anthony Gordon dengan tendangan ke gawang untuk membawa Inggris unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Pelatih memasukkan Nicolas Gonzalez menggantikan Leandro Paredes pada menit ke-64 guna menambah daya gedor.
Empat menit kemudian, Gonzalez memperoleh peluang lewat sundulan di depan gawang. Namun, Pickford kembali tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting.
Inggris kemudian memperkuat lini pertahanan pada menit ke-72 dengan memasukkan Ezri Konsa menggantikan Anthony Gordon. Argentina juga merespons dengan menurunkan Nicolas Otamendi, Rodrigo De Paul, Gonzalo Montiel, serta Lautaro Martinez sebagai tenaga baru.
Tekanan Argentina terus berlanjut. Pada menit ke-76, Alexis Mac Allister melepaskan sundulan ke arah gawang, namun kembali diamankan Pickford.
Gol penyeimbang akhirnya lahir pada menit ke-85. Enzo Fernandez melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur deras tanpa mampu dijangkau Pickford sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Saat pertandingan memasuki masa injury time, Lionel Messi kembali menunjukkan perannya sebagai pembeda. Umpan silangnya mengarah tepat ke Lautaro Martinez yang berdiri bebas di depan gawang.
Lautaro menyundul bola ke gawang yang sudah terbuka lebar dan membawa Argentina berbalik unggul 2-1 pada menit ke-92. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Reece James (Dan Burn), John Stones (Ivan Toney), Marc Guehi, Djed Spence (Marcus Rashford); Declan Rice (Nico O’Reilly), Elliot Anderson; Morgan Rogers, Jude Bellingham, Anthony Gordon (Ezri Konsa); Harry Kane.
Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina (Gonzalo Montiel), Cristian Romero, Lisandro Martinez (Nicolas Otamendi), Nicolas Tagliafico (Lautaro Martinez); Leandro Paredes (Nicolas Gonzalez), Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Giuliano Simeone (Rodrigo De Paul); Lionel Messi, Julian Alvarez.
































