Manyala.co – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi meluncurkan turnamen baru bertajuk FIFA ASEAN Cup, yang akan mempertemukan 11 negara anggota ASEAN dalam satu ajang resmi di bawah naungan FIFA. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dalam sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.
Infantino menyebut turnamen ini sebagai momentum bersejarah bagi kawasan Asia Tenggara. “Piala ASEAN FIFA akan memberikan dampak besar, bukan hanya di kawasan ini, tapi juga di dunia,” ujarnya dalam pidato peresmian.
Ia menambahkan, angka 11 yang merepresentasikan jumlah anggota ASEAN sekaligus jumlah pemain dalam satu tim sepak bola memiliki makna simbolik tersendiri. Menurutnya, kolaborasi antarnegara di kawasan ini dapat membuka babak baru bagi perkembangan sepak bola global.
Terinspirasi dari FIFA Arab Cup dan Nations League
FIFA ASEAN Cup merupakan lanjutan dari keberhasilan penyelenggaraan FIFA Arab Cup pada 2021, yang mempertemukan 16 negara dari Asia dan Afrika. Seperti halnya turnamen tersebut, FIFA ASEAN Cup akan berstatus resmi FIFA, sehingga klub-klub di seluruh dunia wajib melepas pemainnya untuk membela tim nasional masing-masing.
Dengan status resmi tersebut, seluruh pertandingan akan tercatat dalam kalender FIFA dan memberikan poin peringkat resmi kepada para peserta. Hal ini menjadi keuntungan signifikan bagi negara-negara ASEAN yang selama ini jarang memiliki ajang kompetitif dengan pengaruh langsung terhadap ranking FIFA.
Bagi kawasan Asia Tenggara, turnamen ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga instrumen pengembangan sepak bola regional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemain, pelatih, dan federasi nasional. Sebelas negara yang tergabung dalam ASEAN termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Laos, Kamboja, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Timor Leste akan berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Format dan Jadwal Belum Diumumkan
Meski telah diperkenalkan secara resmi, FIFA belum mengumumkan jadwal pertandingan maupun format kompetisi. Hingga Minggu malam, belum ada konfirmasi terkait sistem grup, lokasi tuan rumah, atau periode pelaksanaan.
Beberapa analis sepak bola memprediksi turnamen ini akan digelar setiap dua tahun sekali, mengikuti pola FIFA Arab Cup dan AFF Cup. FIFA juga disebut tengah mempertimbangkan skema rotasi tuan rumah antarnegara ASEAN untuk memastikan pemerataan manfaat ekonomi dan promosi olahraga.
Timnas Indonesia Siap Tampil dengan Kekuatan Penuh
Kehadiran turnamen resmi ini menjadi kabar positif bagi Tim Nasional Indonesia, yang berpotensi tampil dengan kekuatan penuh. Karena berstatus event resmi FIFA, klub-klub di Eropa wajib melepas pemain yang dipanggil oleh federasi.
Kondisi tersebut memungkinkan Indonesia menurunkan pemain seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Ole Romeny yang saat ini berkarier di luar negeri. Komposisi terbaik ini diharapkan meningkatkan daya saing Garuda saat menghadapi rival kawasan seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
FIFA ASEAN Cup dipandang sebagai platform prestisius baru untuk mempererat hubungan diplomatik antarnegara ASEAN melalui olahraga, sekaligus memperkuat posisi Asia Tenggara di peta sepak bola dunia.































