Wamenkes: Dua Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Mental

Wamenkes
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (17/9/2025).(Dok. KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Manyala.co – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa sekitar dua juta anak di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental. Data tersebut berasal dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan terhadap sekitar 20 juta warga di seluruh Indonesia.

“Dari laporan yang kami terima, terdapat lebih dari dua juta anak yang mengalami gangguan kesehatan mental,” kata Dante saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (30/10/2025).

Dante menjelaskan, tingginya angka gangguan mental di kalangan anak menjadi perhatian serius pemerintah. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan jiwa masih perlu diperluas. Sebagai langkah awal, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan layanan konseling daring healing119.id yang dapat diakses oleh masyarakat kapan pun dibutuhkan.


Layanan Konseling Daring Gratis dan Anonim

Melalui platform healing119.id, masyarakat yang mengalami stres, depresi, atau memiliki kecenderungan bunuh diri dapat berkonsultasi secara anonim. Layanan ini dikelola oleh tenaga profesional, termasuk psikolog sosial dan klinis, yang tersedia selama 24 jam.

“Dalam waktu hanya tiga bulan, platform ini telah dikunjungi lebih dari 45 ribu pengguna,” ungkap Dante. “Langkah kecil ini berarti besar bagi upaya penyembuhan jiwa bangsa.”

Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Ujung Tanah, Utamakan Dialog dan Solusi

Layanan daring tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah yang masih terbatas akses terhadap fasilitas kesehatan jiwa. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem psiko-sosial support atau dukungan sosial psikologis bagi seluruh lapisan masyarakat.


Gangguan Mental Anak di Indonesia Mengkhawatirkan

Menurut data Kementerian Kesehatan, kasus gangguan mental pada anak dan remaja di Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Masalah yang umum meliputi depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku akibat tekanan sosial dan lingkungan digital.

Peningkatan ini juga dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, tekanan akademik, serta penggunaan media sosial yang berlebihan. Pemerintah menilai pentingnya deteksi dini, konseling keluarga, dan dukungan masyarakat agar gangguan tersebut tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.

Selain itu, Kemenkes juga menggencarkan program edukasi publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama pada anak usia sekolah. Kampanye nasional seperti “Sehat Jiwa Sehat Bangsa” dan kegiatan konseling keliling di sejumlah daerah menjadi bagian dari upaya pencegahan.


Langkah Kecil untuk Jiwa Sehat

Wamenkes juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kesehatan jiwa melalui langkah sederhana. Ia menekankan pentingnya empati sosial, seperti menyapa orang sekitar dan menanyakan kabar setiap hari.

Munas dan HBH 2026 IKA Teknik Mesin Unhas, Jusman Sikki Kembali Jabat Ketua

“Kita tidak pernah tahu, sapaan kecil seperti itu mungkin menjadi sumber energi positif yang mampu menyelamatkan seseorang dari keputusasaan,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian kecil dan komunikasi positif dapat membantu seseorang pulih dari tekanan pikiran atau overthinking, serta mengembalikan rasa kebahagiaan dan kebersamaan di lingkungan sosial.


Konteks Global dan Tantangan Nasional

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, satu dari tujuh anak di dunia mengalami gangguan mental. Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan baik, terutama di negara berkembang.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan populasi muda terbesar di Asia Tenggara. Dengan lebih dari 70 juta penduduk berusia di bawah 18 tahun, gangguan kesehatan jiwa pada anak dipandang sebagai ancaman bagi produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Pemerintah berharap langkah-langkah awal seperti pemeriksaan gratis dan layanan daring dapat memperkuat sistem perlindungan kesehatan mental nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan mudah diakses seluruh warga.

PSBM ke-XXVI 2026 di Makassar, Wali Kota Munafri: Forum Dongkrak Roda Ekonomi

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom