Isu Bumi Kehilangan Gravitasi 2026, Ini Faktanya

Bumi
Fenomena astronomis sepanjang Maret 2025.(Dok. SHUTTERSTOCK/Wasted Generation)

Manyala.co – Isu mengenai Bumi yang disebut-sebut akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026 kembali ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Klaim tersebut menyebar luas melalui platform TikTok dan Instagram, dengan jumlah tayangan dan pembagian mencapai ratusan ribu kali. Narasi itu menyebut peristiwa tersebut akan menimbulkan dampak fatal bagi manusia dan makhluk hidup di Bumi.

Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengetahui peristiwa tersebut dan sedang mempersiapkan langkah rahasia. Narasi itu juga mengklaim adanya dokumen bernama Project Anchor dengan anggaran mencapai 89 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1.502 triliun. Dokumen tersebut disebut bocor pada 2024 dan memperkirakan puluhan juta korban akibat hilangnya gravitasi secara sementara.

Namun, klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara ilmiah maupun kelembagaan. Tidak ada catatan resmi atau publikasi ilmiah yang mendukung keberadaan proyek tersebut. Selain itu, tidak ada pernyataan resmi dari NASA atau lembaga antariksa lain yang mengonfirmasi narasi tersebut hingga Senin malam.

Isu ini semakin menarik perhatian publik karena tanggal yang disebutkan, 12 Agustus 2026, bertepatan dengan peristiwa gerhana Matahari total yang diperkirakan akan melintasi wilayah Arktik hingga Spanyol. Fenomena astronomi tersebut telah lama dapat diprediksi secara akurat oleh para ilmuwan dan tidak berkaitan dengan perubahan gaya gravitasi Bumi.

Narasi viral itu bahkan merinci skenario yang disebut terjadi selama tujuh detik tanpa gravitasi. Disebutkan bahwa manusia dan hewan akan mulai melayang dalam dua detik pertama, naik hingga 15–20 meter pada detik berikutnya, lalu jatuh bersamaan saat gravitasi kembali bekerja. Penjelasan tersebut bertentangan dengan hukum dasar fisika.

Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Ujung Tanah, Utamakan Dialog dan Solusi

Menurut hukum pertama Newton, benda yang berada dalam keadaan diam akan tetap diam kecuali ada gaya luar yang bekerja padanya. Tanpa adanya gaya dorong tambahan, hilangnya gravitasi secara tiba-tiba tidak akan menyebabkan manusia terlempar ke udara. Klaim bahwa seluruh makhluk hidup akan melayang secara bersamaan tidak memiliki dasar ilmiah.

Klaim lain menyebut bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh perpotongan dua gelombang gravitasi dari lubang hitam yang telah diprediksi sejak 2019. Pernyataan ini juga dinilai keliru. Gelombang gravitasi merupakan fenomena kosmik yang sangat lemah dan hanya dapat dideteksi menggunakan instrumen berpresisi tinggi seperti LIGO. Hingga kini, gelombang gravitasi hanya terdeteksi saat terjadi peristiwa kosmik besar dan tidak dapat diprediksi dengan tanggal serta durasi spesifik.

Selain itu, penelitian mengenai gelombang gravitasi dilakukan oleh kolaborasi internasional LIGO–Virgo–KAGRA, bukan oleh NASA secara tunggal. Tidak ada bukti yang menunjukkan adanya upaya penyembunyian informasi oleh lembaga tersebut.

Secara ilmiah, satu-satunya cara Bumi kehilangan gravitasi adalah jika massanya hilang. Selama sebuah benda memiliki massa, ia akan menghasilkan gaya gravitasi. Tidak ada mekanisme fisika yang memungkinkan gravitasi Bumi “mati sementara” lalu kembali normal.

Dengan demikian, isu mengenai Bumi kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026 dipastikan tidak memiliki dasar ilmiah dan tergolong hoaks. Para ahli mengingatkan pentingnya verifikasi informasi, terutama di tengah maraknya penyebaran konten sensasional di media sosial.

Munas dan HBH 2026 IKA Teknik Mesin Unhas, Jusman Sikki Kembali Jabat Ketua

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom