Manyala.co – Kabar duka datang dari dunia musik internasional. Connie Francis, penyanyi legendaris yang dikenal lewat lagu-lagu populer seperti “Pretty Little Baby” dan “Stupid Cupid”, tutup usia pada Rabu malam, 16 Juli 2025, dalam usia 87 tahun. Informasi ini dikonfirmasi oleh Ron Roberts, Presiden Concetta Records sekaligus manajer hak cipta dan royalti dari sang penyanyi. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian belum diungkap ke publik.
Dalam unggahan emosionalnya di Facebook, Roberts menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. “Dengan hati yang berat dan kesedihan yang luar biasa, saya memberitahukan bahwa teman terkasih saya, Connie Francis, telah meninggal dunia tadi malam. Saya tahu Connie ingin para penggemarnya menjadi yang pertama mengetahui kabar ini,” tulisnya.
Selama lebih dari enam dekade, nama Connie Francis melekat sebagai salah satu ikon musik pop Amerika. Kariernya melejit di akhir 1950-an hingga awal 1960-an, berkat kekuatan vokalnya yang manis namun bertenaga. Lagu-lagu seperti “Who’s Sorry Now” dan “Where the Boys Are” menjadi tembang wajib era itu dan masih dikenang hingga kini. Ia juga dikenal karena membawakan lagu-lagu patah hati dengan cara yang menyentuh jiwa pendengar lintas generasi.
Francis lahir dengan nama lengkap Concetta Rosemarie Franconero dari keluarga imigran Italia di New Jersey, Amerika Serikat. Bakat musiknya sudah tampak sejak kecil. Ia aktif mengikuti berbagai kontes bakat dan ajang pageant, bahkan piawai bermain akordeon. Cerita tentang masa kecil dan perjuangan kariernya dituangkan dalam autobiografi tahun 1984 yang berjudul “Who’s Sorry Now?”, judul yang diambil dari salah satu lagu andalannya.
Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Connie Francis mengalami penurunan. Pada bulan Maret lalu, ia mengungkap bahwa dirinya harus menggunakan kursi roda demi menghindari tekanan pada bagian pinggul yang sering nyeri. Pada 2 Juli, melalui Facebook, ia memberi tahu penggemar bahwa dirinya sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di rumah sakit untuk mencari tahu penyebab rasa sakit luar biasa yang dialaminya. Hari itu juga, ia sempat berada di unit perawatan intensif sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang rawat biasa. Pada 4 Juli, ia sempat memberi kabar bahwa kondisinya membaik dan mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan kepada para penggemarnya.
Menariknya, di tengah usia senja dan kondisi fisik yang menurun, nama Connie Francis kembali mencuat ke permukaan berkat platform media sosial TikTok. Lagu “Pretty Little Baby” yang ia rekam pada tahun 1962 mendadak viral dan kembali masuk dalam daftar tangga lagu populer, lebih dari 60 tahun setelah pertama kali dirilis. Dalam sebuah unggahan pada bulan Mei, Francis mengaku terkejut dengan fenomena tersebut. “Terima kasih untuk TikTok dan para penggunanya atas sambutan luar biasa dan sangat tak terduga terhadap rekaman saya tahun 1961, ‘Pretty Little Baby’,” tulisnya. Ia bahkan mengaku sempat bingung ketika pertama kali diberi tahu oleh Ron Roberts bahwa dirinya “punya lagu viral.” Dengan nada jenaka, ia menanggapi, “Saya sempat bertanya, ‘Apa itu maksudnya?’ karena saya sudah tak mengikuti istilah-istilah statistik musik zaman sekarang.”
Sosok Connie Francis bukan hanya sekadar penyanyi populer; ia adalah simbol dari era keemasan musik pop Amerika, seorang perempuan yang berani tampil dengan suara khasnya di tengah dominasi musisi pria. Kepergiannya bukan hanya menyisakan duka bagi keluarga dan orang-orang terdekat, tapi juga meninggalkan kekosongan dalam sejarah musik dunia.
Meski raganya telah tiada, warisan Connie Francis akan terus hidup melalui lagu-lagu indah yang pernah ia ciptakan. Dan bagi jutaan penggemar di seluruh dunia, suara khasnya tetap menjadi pengingat akan masa lalu yang tak tergantikan.
































