Enrekang, Manyala.co – Pemerintah Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Bupati H.M. Yusuf Ritangnga menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Do’a Bersama dan Deklarasi Damai di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Senin (8/9/2025).
Acara ini dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, hingga perwakilan berbagai lapisan masyarakat. Peringatan Maulid Nabi sekaligus dijadikan momentum mempererat silaturahmi, meningkatkan spiritualitas, serta meneguhkan komitmen bersama menjaga persatuan dan keamanan di Bumi Massenrempulu.
Hadir sebagai penceramah, Dr. Abdul Latief, S.Pd.I., M.Pd., dosen IAI DDI Mangkoso sekaligus pembina Pondok Pesantren DDI Ujung Lare Parepare. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, serta mengajak masyarakat untuk memperkokoh iman, menjaga ukhuwah, dan mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dalam sambutannya, Bupati Enrekang H.M. Yusuf Ritangnga menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah sebagai landasan membangun daerah yang damai dan sejahtera. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan.
“Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah dan meneguhkan semangat membangun Enrekang menuju sejahtera. Melalui do’a bersama dan deklarasi damai, kita wujudkan Enrekang yang aman, rukun, dan penuh keberkahan,” ujar Yusuf Ritangnga.
Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Damai Kabupaten Enrekang, yang memuat komitmen bersama:
- Meneguhkan persatuan, berkomitmen menjaga Enrekang sebagai rumah bersama dengan mengedepankan nilai persatuan;
- Menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, hoaks, serta tindakan kekerasan yang dapat memecah belah masyarakat;
- Mengutamakan dialog dan musyawarah dalam menghadapi perbedaan pandangan, komunikasi terbuka serta solusi damai sesuai dengan semangat demokrasi dan konstitusi;
- Menjaga kondusifitas wilayah melalui penguatan koordinasi antara unsur forkopimda bersama tokoh agama, masyarakat, aktivis, pemuda, dan kampus;
- Meneguhkan peran pemuda dan mahasiswa untuk menyuarakan gagasan solusional, kritis, dan konstruktif demi masa depan Enrekang dan Indonesia yang lebih baik.
Deklarasi ini ditandatangani oleh Bupati Enrekang bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda, sebagai simbol persatuan dan komitmen menjaga kondusivitas daerah.
Dengan rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Enrekang menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga spiritual, sosial, dan harmoni kehidupan bermasyarakat.
































