Manyala.co – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar di jajaran kepolisian. Dalam mutasi terbaru ini, dua posisi kepala kepolisian daerah (Kapolda) mengalami perubahan, serta puluhan perwira mendapatkan promosi pangkat, termasuk 32 di antaranya yang naik menjadi brigadir jenderal polisi (Brigjen).
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1084/V/KEP./2025 yang ditandatangani pada 20 Mei 2025, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko diangkat sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, menggantikan Irjen Dwi Irianto yang memasuki masa purnatugas. Sebelumnya, Didik menjabat sebagai perwira tinggi (Pati) Bareskrim Polri dan ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sementara itu, Irjen Pol Rudi Darmoko dipercaya menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), menggantikan Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga yang kini ditugaskan sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan (Kasespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya menyampaikan bahwa selain penunjukan dua kapolda baru, mutasi ini juga mencakup promosi jabatan bagi sejumlah perwira tinggi dan menengah.
Sebanyak delapan perwira mendapat kenaikan pangkat menjadi inspektur jenderal (Irjen), sementara 32 personel lainnya naik menjadi brigadir jenderal (Brigjen). Selain itu, delapan personel diangkat menjadi komisaris besar (Kombes). Mutasi juga mencatat tiga personel yang mendapat tugas khusus (gassus), empat lainnya menyelesaikan tugas gassus, dan 10 personel memasuki masa pensiun.
Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan langkah rutin yang dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi serta peningkatan kinerja institusi. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk tetap tanggap terhadap perubahan dan tantangan ke depan, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Mutasi ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik, responsif, dan adaptif terhadap tantangan tugas ke depan,” ujar Trunoyudo.
































