Manyala.co – Kementerian Agama (Kemenag) terus berinovasi dalam memberikan pelayanan haji yang optimal sejak dari tanah air. Tahun ini, sejumlah terobosan digital mulai diterapkan guna meningkatkan kenyamanan jemaah, terutama melalui sistem manajemen asrama haji dan layanan percepatan keimigrasian atau fast track.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Arfi Hatim, menyampaikan bahwa Kemenag telah resmi meluncurkan platform digital terbaru bernama Munakosah, atau Manajemen Unit Layanan Akomodasi Asrama Haji. Sistem ini memungkinkan proses check-in jemaah menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
“Seluruh asrama embarkasi kini telah siap 100 persen dan layanan berjalan tanpa kendala. Munakosah mempercepat proses penempatan kamar sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama, khususnya lansia atau mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” ujar Arfi dalam konferensi pers daring yang digelar Sabtu (3/5) dari Jakarta.
Melalui Munakosah, jemaah sudah dapat mengetahui informasi lokasi gedung dan nomor kamar mereka sejak dua hari sebelum keberangkatan melalui SPMA atau pemindaian QR code di situs resmi asramahaji.com. Hal ini mengeliminasi antrean panjang dan mempercepat proses distribusi kamar di asrama.
Tidak hanya itu, sistem ini juga menyederhanakan alur registrasi. Jemaah kini tak perlu lagi membawa tas kabin ke aula utama, sehingga suasana lebih tertib dan kondusif.
Di sisi lain, Arfi juga menekankan bahwa layanan fast track kembali dihadirkan tahun ini. Skema jalur cepat imigrasi yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 itu kini tersedia di tiga bandara utama: Soekarno-Hatta (Jakarta), Adisoemarmo (Solo), dan Juanda (Surabaya). Sebanyak 122.291 jemaah dijadwalkan akan memanfaatkan layanan ini.
“Dengan jalur fast track, seluruh prosedur imigrasi Arab Saudi selesai di Indonesia. Saat tiba di Madinah atau Jeddah, jemaah bisa langsung menuju akomodasi tanpa proses tambahan yang melelahkan,” jelas Arfi.
Menurut data terbaru dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), hingga Sabtu pagi, 3 Mei 2025 pukul 08.00 WIB, sebanyak 6.597 jemaah dari 17 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.
Langkah-langkah inovatif ini menjadi bukti nyata bahwa Kemenag serius meningkatkan kualitas pelayanan haji. Tak hanya memudahkan dari sisi administratif, transformasi digital ini juga menunjukkan keberpihakan pada kenyamanan jemaah di seluruh tahap perjalanan.
































