Makassar, Manyala.co — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. La Tinro La Tunrung, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 48 Makassar, Senin (20/10/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau secara langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) Nasional dan mendengar aspirasi para tenaga pendidik di sekolah.
Kunjungan ini dilakukan secara spontan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak sekolah, agar kondisi di lapangan dapat terlihat apa adanya. Dalam kesempatan itu, La Tinro berdialog langsung dengan kepala sekolah dan sejumlah guru guna memperoleh masukan terkait pelaksanaan program pendidikan dan kesejahteraan tenaga pengajar.
Kondisi Program MBG di Lapangan
Dari hasil pemantauan, program MBG di SMPN 48 Makassar dinilai berjalan lancar dan tepat waktu. Pihak sekolah menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kendala berarti, baik dari sisi pengantaran maupun penerimaan manfaat oleh para siswa.
“Para siswa merasa terbantu dan senang karena makanan yang diberikan tergolong enak, bergizi, dan bervariasi. Dengan adanya program ini, mereka bahkan bisa menyisihkan uang jajan untuk kebutuhan lain seperti buku dan alat tulis,” ujar salah satu guru kepada La Tinro.
Selain apresiasi, pihak sekolah juga menyampaikan sejumlah masukan, di antaranya:
- Revitalisasi gedung sekolah yang dinilai sudah tidak layak dan perlu perbaikan segera. Pihak sekolah menyebut rencana revitalisasi sudah dijanjikan untuk 2026, namun belum ada kepastian resmi.
- Percepatan pengangkatan guru PPPK menjadi ASN, termasuk pemberian tunjangan pensiun, mengingat banyak guru yang mendekati usia pensiun.
- Keterlambatan pencairan dana sertifikasi bulan September yang hingga Oktober belum diterima. Guru berharap ke depan pembayaran hak mereka tidak lagi tertunda.
- Masalah gaji ke-13 dan THR guru agama yang belum cair akibat tumpang tindih administrasi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
- Penyempurnaan petunjuk teknis bagi guru PPPK, khususnya terkait aturan mutasi yang dinilai terlalu kaku.
- Masalah administrasi beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang membuat beberapa siswa tidak bisa menerima bantuan meski secara ekonomi sangat membutuhkan.
Rekomendasi
Berdasarkan temuan dan aspirasi tersebut, La Tinro menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada instansi terkait:
- Segera melakukan revitalisasi gedung sekolah yang sudah tidak memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
- Mempercepat pengangkatan guru PPPK menjadi ASN, agar para pendidik yang telah lama mengabdi tidak kehilangan hak pensiun.
- Menjamin pembayaran hak-hak guru tepat waktu, serta membangun sistem yang lebih transparan dan efisien.
- Menyelesaikan persoalan gaji 13 dan THR guru agama melalui koordinasi lintas kementerian, agar tidak ada lagi hambatan administratif.
- Menyempurnakan regulasi teknis bagi guru PPPK, dengan memperhatikan kondisi lapangan dan kesejahteraan mereka.
- Memastikan program beasiswa PIP lebih fleksibel dan inklusif, agar tidak ada anak didik yang kehilangan hak pendidikan karena kendala administrasi.

Penutup
La Tinro menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi langsung dari para pendidik dan siswa. Ia mengapresiasi keberhasilan sekolah dalam melaksanakan Program MBG sekaligus menekankan perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap berbagai persoalan teknis dan kesejahteraan guru.
“Pertemuan ini memberikan banyak informasi berharga tentang pelaksanaan program MBG dan kondisi tenaga pendidik di lapangan. Kita perlu memastikan para siswa memperoleh manfaat program pendidikan secara maksimal,” tutup La Tinro.
































