Manyala.co – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan kebijakan baru yang mengizinkan astronaut membawa dan menggunakan smartphone pribadi dalam misi luar angkasa berawak. Kebijakan ini mulai diterapkan pada misi Crew-12 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pertengahan Februari 2026 serta pada misi Artemis II yang dijadwalkan meluncur pada Maret 2026.
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan penggunaan smartphone akan memberikan fleksibilitas tambahan bagi kru untuk mendokumentasikan momen selama misi. “Kami memberi kru alat untuk menangkap momen spesial bagi keluarga mereka dan berbagi gambar serta video yang menginspirasi dengan dunia,” ujarnya seperti dikutip dari media teknologi QZ pada Selasa.
Langkah ini menandai perubahan pendekatan NASA yang sebelumnya mengandalkan kamera khusus seperti Nikon DSLR dan GoPro untuk dokumentasi visual di orbit. Menurut NASA, smartphone modern menawarkan teknologi kamera canggih dalam perangkat ringkas yang telah akrab digunakan astronaut. Integrasi sensor, stabilisasi gambar, serta lensa ultra-wide dinilai cukup mumpuni untuk kebutuhan dokumentasi ilmiah dan publikasi.
NASA menyatakan bahwa penggunaan perangkat pribadi tetap berada di bawah aturan keselamatan misi yang ketat. Integritas operasional dan keselamatan kru tetap menjadi prioritas utama. Perangkat yang dibawa harus melalui proses kualifikasi perangkat keras guna memastikan kompatibilitas dengan sistem pesawat antariksa serta tidak mengganggu instrumen lain.
Kebijakan ini juga berpotensi menjadikan Artemis II sebagai misi berawak pertama ke orbit Bulan sejak 1972 yang terdokumentasi menggunakan smartphone pribadi. Artemis II merupakan bagian dari program Artemis yang bertujuan mengembalikan manusia ke sekitar dan permukaan Bulan sebagai langkah menuju eksplorasi Mars di masa depan.
Secara teknis, ponsel pintar modern seperti iPhone atau model flagship Samsung menawarkan kemampuan fotografi dan perekaman video resolusi tinggi dalam satu perangkat yang relatif ringan. Kemudahan penggunaan perangkat yang sudah dikuasai kru dinilai dapat mempercepat proses dokumentasi tanpa mengganggu jadwal misi yang padat.
Sebelumnya, perangkat smartphone telah mencapai ruang angkasa dalam sejumlah misi komersial dan eksperimen teknologi. Namun, ini merupakan pertama kalinya perangkat pribadi astronaut disetujui secara resmi untuk misi pemerintah Amerika Serikat.
Pengamat industri antariksa menilai kebijakan ini mencerminkan pendekatan baru NASA dalam memanfaatkan teknologi komersial yang telah teruji di pasar massal. Strategi tersebut dinilai dapat menekan biaya dan mempercepat adaptasi teknologi dibandingkan pengembangan perangkat khusus yang memerlukan waktu dan anggaran besar.
Hingga Selasa malam waktu setempat, belum ada rincian tambahan mengenai model perangkat yang disetujui atau jumlah unit yang akan dibawa setiap kru. NASA juga belum mengumumkan protokol distribusi konten yang dihasilkan selama misi.
































