Peringkat Kedermawanan Indonesia Merosot ke Posisi 21, PIRAC: Perlu Perkuat Kepercayaan Publik dan Kebijakan Filantropi

Peringkat Kedermawanan Indonesia Merosot ke Posisi 21, PIRAC: Perlu Perkuat Kepercayaan Publik dan Kebijakan Filantropi - Indonesia - Gambar 282
Peringkat Kedermawanan Indonesia Merosot ke Posisi 21

Manyala.co – Penurunan peringkat Indonesia dalam laporan World Giving Report (WGR) 2025 menjadi perhatian serius bagi sejumlah kalangan. Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai negara paling dermawan versi World Giving Index (WGI) tahun-tahun sebelumnya, kini harus rela turun ke posisi ke-21 dari total 101 negara yang disurvei dalam WGR terbaru.

Nigeria menduduki posisi puncak sebagai negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi, disusul Mesir dan China di peringkat dua dan tiga. Menurut peneliti filantropi dari Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC), Hamid Abidin, perubahan ini bukan hal yang mengherankan, mengingat WGR 2025 menggunakan pendekatan metodologis yang jauh lebih rinci dan inklusif dibandingkan indeks sebelumnya.

Hamid menjelaskan bahwa perbedaan utama antara WGR dan WGI terletak pada cara pengukuran. Bila WGI cenderung menekankan pada frekuensi aktivitas memberi, seperti membantu orang asing, menyumbang uang, atau menjadi relawan, maka WGR menambahkan elemen baru yang lebih kompleks, seperti proporsi nilai donasi terhadap pendapatan serta variasi jalur distribusi donasi yang digunakan oleh masyarakat.

“Dengan pendekatan baru ini, analisis menjadi lebih dalam dan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang peta kedermawanan global. Tak mengherankan jika sejumlah negara berkembang yang memiliki skala donasi tinggi terhadap pendapatan nasional mereka, naik ke peringkat atas,” ujar Hamid dalam pernyataan resmi yang disampaikan dari Jakarta, Sabtu (2/8).

Meski peringkatnya menurun, Indonesia tetap dianggap memiliki budaya kedermawanan yang kuat dan berakar dalam. Namun, perubahan sistem pengukuran membuat posisinya tergeser oleh negara-negara dengan kekuatan donasi finansial yang lebih besar secara proporsional. “Kita perlu memaknai ini sebagai momen reflektif, bukan kemunduran,” kata Hamid.

Begini Strategi Minum Air Agar Tetap Bertenaga dan Terhindar Dehidrasi Saat Puasa

Menurutnya, faktor kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amal atau organisasi sosial memiliki peranan penting dalam menentukan tingginya partisipasi publik dalam aktivitas filantropi. Negara-negara dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap institusi amal terbukti mencatatkan angka sumbangan yang signifikan, dan tren ini tampak jelas dalam WGR tahun ini, terutama di wilayah Asia dan Afrika.

“Semakin tinggi kepercayaan publik terhadap organisasi filantropi, semakin besar pula kemungkinan mereka terlibat dalam aktivitas sosial. Ini adalah korelasi yang tidak bisa diabaikan,” imbuh Hamid.

Untuk itu, Hamid menyerukan perlunya peran aktif pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung iklim filantropi nasional. Dukungan tersebut bisa hadir dalam bentuk regulasi yang mempermudah distribusi donasi, pemberian insentif pajak bagi donatur, hingga kampanye edukatif untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menyumbang secara berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan semangat gotong royong masyarakat. Harus ada kebijakan afirmatif yang memperkuat sistem filantropi agar makin banyak warga yang terlibat dan nilai donasi juga meningkat secara substansial,” tegasnya.

Dalam skala global, Hamid menilai Indonesia masih bisa menjadi contoh inspiratif bagi negara-negara berkembang lainnya. Dengan tradisi sosial yang kuat serta semangat kolektivitas yang masih hidup dalam berbagai aspek masyarakat, Indonesia dinilai memiliki modal budaya yang kokoh untuk terus memperkuat budaya memberi di era modernisasi yang kian kompleks.

Jalangkote Tetap Jadi Takjil Favorit Warga Makassar

“Indonesia telah menunjukkan bahwa negara berkembang pun bisa menjadi kekuatan dalam peta kedermawanan dunia. Tantangannya kini adalah bagaimana mempertahankan spirit tersebut di tengah dinamika sosial-ekonomi global yang terus berubah,” pungkasnya.

Laporan WGR 2025 ini menjadi pengingat penting bahwa penguatan institusi, literasi filantropi, dan sinergi lintas sektor masih dibutuhkan agar semangat berbagi yang telah lama menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia tetap terjaga dan bahkan meningkat di masa depan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

Lantik Pengurus IKATSI Periode 2025-2029, DPP IKATEK Unhas: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Organisasi

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom