Manyala.co – Suasana penuh haru dan kental nuansa tradisi Sunda mewarnai pernikahan Maulana Akbar, putra sulung mantan Bupati Purwakarta sekaligus tokoh politik Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia resmi mempersunting Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dalam akad nikah yang berlangsung pada Rabu, 16 Juli 2025 di Pendopo Kabupaten Garut.
Berbeda dari pernikahan kebanyakan, mahar atau maskawin yang diberikan Maulana untuk sang istri bukan hanya sekadar simbolis, melainkan juga sarat filosofi dan simbol keseimbangan dengan angka keramat 9 sebagai tema utama. Tercatat, 90 gram logam mulia menjadi bagian dari mas kawin, ditambah sembilan ekor sapi, sembilan ekor domba garut, sembilan ayam pelung khas Cianjur, sembilan tambunan bibit ikan gurame, 99 jenis bibit buah kayu lokal, hingga sembilan jenis bibit padi lokal. Simbol angka sembilan diyakini memiliki makna keberuntungan dan kemakmuran dalam budaya Sunda.
Prosesi ijab kabul berlangsung khidmat dan lancar. Maulana, kelahiran 1999, melafalkan ijab kabul dalam satu tarikan napas, menunjukkan kesiapan dan ketegasannya. “Saya terima nikahnya Luthfianisa Putri Karlina binti Karyoto dengan maskawin tersebut tunai,” ucapnya mantap, seperti diabadikan dalam video yang diunggah Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya.
Upacara pernikahan tak hanya menjadi ajang sakral dua insan, tapi juga momen kebanggaan keluarga besar. Dedi Mulyadi terlihat memimpin iring-iringan pengantin sebelum menuju tempat akad, membawa seserahan secara langsung. Nuansa adat sangat terasa, terutama dengan busana tradisional Sunda yang dikenakan pengantin. Untuk akad nikah, mereka memilih warna krem lembut yang memancarkan kesan anggun dan tenang.
Sementara itu, pada malam harinya, suasana berubah menjadi lebih segar dalam resepsi pernikahan yang juga digelar dengan adat Sunda. Kali ini, pasangan pengantin mengenakan busana bernuansa hijau. Luthfianisa yang mengenakan hijab terlihat memesona dengan siger khas Sunda dan hiasan melati di kepalanya. Riasan wajah sang pengantin dipercayakan kepada Marlene Hariman, makeup artist ternama, yang mengaplikasikan gaya rias natural bernuansa nude, menonjolkan keanggunan tanpa kesan berlebihan.
Selain dihadiri keluarga dan pejabat daerah, beberapa tamu dari kalangan selebritas juga turut meramaikan pesta pernikahan. Pasangan artis Syahnaz Sadiqah dan Ritchie Ismail (Jeje Govinda) menjadi salah satu sorotan di antara para undangan. Syahnaz tampil menawan dalam gamis bordir bernuansa krem dengan aksen floral yang lembut. Gaya anggun dan minimalisnya diperkuat dengan hijab polos yang sederhana serta tas mini berwarna nude yang melengkapi tampilan.
Dalam sejumlah dokumentasi, Syahnaz dan Jeje tampak kompak dan hangat. Salah satu momen menunjukkan mereka duduk berdampingan dalam suasana santai namun tetap elegan. Pada kesempatan lain, keduanya memberikan ucapan selamat secara langsung kepada kedua mempelai dan orang tua, menunjukkan gestur penuh sopan santun. Jeje tampil formal dengan kemeja batik abu bermotif geometrik yang memberi sentuhan maskulin dan harmonis dengan tema pesta.
Di pelaminan, pasangan selebritas itu berfoto dalam formasi resmi bersama pengantin, menegaskan status mereka sebagai tamu kehormatan dan figur publik yang dihargai. Gamis Syahnaz berpadu serasi dengan tema warna pesta, tidak mencolok namun tetap memancarkan keanggunan. Bordir pastel biru dan abu pada gaun memberikan kilau lembut di bawah pencahayaan pelaminan yang hangat.
Kisah cinta Maulana dan Putri Karlina sendiri bermula sejak masa kampanye Pilkada lalu, ketika Dedi Mulyadi pertama kali memperkenalkan mereka kepada publik. Meski berbeda usia Luthfianisa lahir pada 1993 dan lebih tua enam tahun dari Maulana keduanya menunjukkan kekompakan dan kedewasaan dalam membangun hubungan hingga ke jenjang pernikahan.
Pernikahan ini tak hanya menjadi simbol penyatuan dua keluarga, tapi juga mencerminkan kekuatan budaya lokal dalam acara kenegaraan. Kehadiran tokoh penting seperti Ustaz Adi Hidayat hingga mantan Menteri Susi Pudjiastuti, serta dekorasi khas Sunda, menjadikan momen tersebut sebagai peristiwa sosial-budaya yang tak hanya berkesan bagi kedua mempelai, tetapi juga mencerminkan harmonisasi tradisi dan modernitas di tengah sorotan publik.
































