Manyala.co – PT PLN (Persero) melaporkan bahwa sistem kelistrikan di Provinsi Aceh berangsur pulih setelah bencana alam yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah. Hingga Minggu (18/1/2026), sebanyak 6.432 desa telah kembali menikmati aliran listrik, setara dengan 98,9 persen dari total desa terdampak di provinsi tersebut.
Pemulihan ini didukung oleh kembalinya operasi sistem kelistrikan utama Aceh yang berfungsi sebagai tulang punggung distribusi listrik regional. Setelah sistem utama dinyatakan stabil, PLN memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga menjangkau wilayah pedesaan yang terdampak paling parah.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pemulihan dilakukan dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan masyarakat dan petugas lapangan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum memperoleh pasokan listrik secara optimal. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Menurut Darmawan, wilayah yang masih mengalami pemadaman umumnya berada di daerah dengan tantangan geografis paling berat. Banjir dan longsor mengakibatkan akses jalan terputus, rusak parah, bahkan hilang di sejumlah titik, sehingga menyulitkan mobilisasi peralatan dan material kelistrikan.
“Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor. Namun, kami tidak menunggu. Kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh,” kata Darmawan.
Untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan jaringan permanen berlangsung, PLN mengandalkan dukungan Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Genset darurat ditempatkan di desa-desa terdampak agar aktivitas masyarakat tidak sepenuhnya terhenti.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh Eddi Saputra menyebutkan tantangan utama pemulihan berada pada rusaknya infrastruktur jalan. Tercatat terdapat 171 titik longsor dan 14 jembatan rusak yang menghambat mobilisasi alat berat dan material kelistrikan ke lokasi terdampak.
“Komitmen kami adalah memulihkan jaringan permanen secepat mungkin. Namun keselamatan petugas dan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi jalan. Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah,” ujar Eddi.
Ia menambahkan bahwa fokus pemulihan saat ini berada di Aceh Tengah dengan 36 desa yang masih mengandalkan pasokan listrik darurat, disusul Bener Meriah sebanyak 13 desa, serta beberapa desa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang. Hingga Minggu malam, belum ada pembaruan resmi mengenai target waktu pemulihan penuh seluruh desa terdampak.
































