Rumah dan Gizi Buruk, Bocah di Bengkulu Keluarkan Cacing dari Mulut

Gizi
Suasana Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, mendadak heboh setelah seorang balita mengalami kejadian yang tak biasa.

Manyala.co – Kasus langka terjadi di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Seorang balita bernama Khaira Nur Sabrina yang baru berusia 1,8 tahun dilaporkan mengeluarkan cacing dari mulutnya. Kejadian ini membuat geger warga Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, sekaligus memunculkan perhatian serius dari Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Seluma, Rudi Syawaludin, menjelaskan bahwa kondisi Khaira menunjukkan tanda gizi buruk yang diperparah dengan penyakit cacingan. “Perlu penanganan khusus, selama ini kita intervensi gizi buruknya saja, ternyata ada gejala cacingan,” ucap Rudi, Senin (15/9). Ia menambahkan, kakak Khaira yang berusia empat tahun juga dicurigai mengalami hal serupa. “Ada indikasi kakaknya juga berkemungkinan terkena penyakit serupa. Berumur empat tahun dan juga dirawat,” lanjutnya.

Pihak Dinkes kini bergerak cepat dengan melibatkan Puskesmas dan Dinas Sosial untuk melakukan klasterisasi penanganan. Fokus utama diarahkan pada pemberian obat cacing, tambahan asupan gizi, serta memperkuat layanan primer kesehatan. Langkah ini dianggap penting karena orang tua Khaira termasuk keluarga miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Fakta kondisi tempat tinggal keluarga tersebut membuat publik semakin prihatin. Video yang beredar memperlihatkan rumah berdinding papan, beralaskan tanah, dan berantakan. Dapurnya sederhana, hanya berupa perapian dari susunan batu tanpa peralatan memadai. Ironisnya, dapur itu berada di samping aliran air bekas jamban, sementara jarak kamar mandi ke dapur hanya sekitar satu meter dengan sanitasi sangat buruk.

Kasus Khaira mengingatkan masyarakat pada peristiwa tragis di Sukabumi, Jawa Barat. Pada 22 Juli 2025 lalu, seorang bocah bernama Raya meninggal setelah cacingan parah. Cacing-cacing tidak hanya hidup di ususnya, tapi juga menyebar hingga organ vital termasuk otak. Video viral sempat memperlihatkan cacing berukuran besar ditarik keluar dari hidungnya.

Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Ujung Tanah, Utamakan Dialog dan Solusi

Ahli Parasitologi FKUI, Prof. dr. Saleha Sungkar, menegaskan bahwa penyakit ini bisa menyerang semua usia, namun paling sering terjadi pada anak-anak TK hingga SD. Menurutnya, cacing gelang (Ascaris lumbricoides) berkembang biak di rongga usus. “Kalau BAB di toilet, telur cacing akan masuk ke septik tank dan mati. Tapi, jika BAB di tanah, telur bisa menetas dan berkembang menjadi larva dalam waktu sekitar tiga minggu,” jelas Saleha, Rabu (20/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan mekanisme penularannya. Anak-anak yang bermain tanah berisiko menelan telur cacing saat tangan kotor menyentuh makanan. Telur yang tertelan kemudian menetas di usus halus, menembus dinding usus, masuk ke pembuluh darah, lalu mengalir ke jantung, paru-paru, sebelum kembali ke usus halus. “Di sana, larva berkembang menjadi cacing dewasa dalam waktu dua sampai tiga bulan,” ungkapnya.

Ada sejumlah kebiasaan yang memperbesar risiko cacingan, seperti buang air besar sembarangan, tidak mencuci tangan setelah bermain tanah atau sebelum makan, serta makanan yang tidak ditutup rapat hingga mudah dihinggapi lalat. Karena itu, pencegahan sangat penting dilakukan. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain minum obat cacing setiap enam bulan, menjaga kebersihan makanan, mengedukasi anak untuk tidak BAB sembarangan, serta rajin mencuci tangan dengan benar.

Hingga kini, Khaira masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Seluma dan kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap. “Saat ini masih ditangani tim medis RSUD Seluma dan akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap,” ujar Rudi. Ia menegaskan, kasus seperti ini merupakan yang pertama kali ditemukan di Kabupaten Seluma dan menjadi alarm serius bagi semua pihak.

Munas dan HBH 2026 IKA Teknik Mesin Unhas, Jusman Sikki Kembali Jabat Ketua

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom