Manyala.co – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan pernyataan resmi terkait pergantian direksi dan komisaris yang dilakukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 4 Agustus 2025. Pertemuan yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta Selatan itu menjadi ajang penting penetapan arah baru perusahaan, khususnya menyangkut kepemimpinan dan tata kelola organisasi.
Putri Viola, selaku Juru Bicara Kementerian BUMN, mengungkapkan bahwa perombakan jajaran pengurus Bank Mandiri merupakan langkah strategis yang telah direncanakan secara matang. Tujuan utamanya, kata Viola, adalah memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan keberlanjutan bisnis di tengah transformasi yang tengah berjalan.
“Perubahan pengurus ini bukan semata-mata rotasi biasa, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan agar tetap mampu beradaptasi dan tumbuh dalam iklim industri yang dinamis,” ujar Viola saat dihubungi media.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pembaruan kepemimpinan juga mencerminkan komitmen Bank Mandiri dalam merespons tantangan yang semakin kompleks di sektor keuangan. “Transformasi bisnis membutuhkan kepemimpinan yang adaptif. Maka, penting bagi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi terkini dan terus menjaga kualitas organisasi,” tambahnya.
Dalam hasil keputusan RUPSLB tersebut, Riduan resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri menggantikan Darmawan Junaidi yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Sebelumnya, Riduan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama, sehingga pengangkatan ini sekaligus melanjutkan kesinambungan kepemimpinan internal perusahaan. Mengisi posisi yang ditinggalkan Riduan, Bank Mandiri kemudian menetapkan Henri Panjaitan sebagai Wakil Direktur Utama yang baru.
Tidak hanya di jajaran direksi, perubahan juga dilakukan pada kursi komisaris. Salah satu sosok yang kembali bergabung dalam manajemen Bank Mandiri adalah Zulkifli Zaini. Pria yang pernah menjabat sebagai Dirut Bank Mandiri pada periode 2010–2013 ini, kini ditunjuk sebagai Komisaris Independen.
Berikut susunan terbaru komisaris dan direksi Bank Mandiri pasca RUPSLB:
Komisaris Bank Mandiri:
- Komisaris Utama/Independen: Kuswiyoto
- Wakil Komisaris Utama/Independen: Zainudin Amali
- Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh
- Komisaris: Luky Alfirman
- Komisaris: Yuliot
- Komisaris Independen: Mia Amiati
- Komisaris Independen: Zulkifli Zaini
Direksi Bank Mandiri:
- Direktur Utama: Riduan
- Wakil Direktur Utama: Henri Panjaitan
- Direktur Operasional: Timothy Utama
- Direktur Teknologi Informasi: Sunarto Xie
- Direktur Human Capital & Compliance: Eka Fitria
- Direktur Manajemen Risiko: Danis Subyantoro
- Direktur Perbankan Komersial: Totok Priyambodo
- Direktur Perbankan Korporasi: M. Rizaldi
- Direktur Perbankan Konsumer: Saptari
- Direktur Jaringan & Pendanaan Ritel: Jan Winston Tambunan
- Direktur Tresuri & Perbankan Internasional: Ari Rizaldi
- Direktur Keuangan & Strategi: Novita Widya Anggraini
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah dan pemegang saham utama menginginkan Bank Mandiri tetap menjadi pelopor transformasi perbankan nasional yang tangguh dan modern.
Di tengah semakin cepatnya perubahan industri keuangan, baik secara digital maupun regulasi, penunjukan Riduan diharapkan mampu membawa energi baru dalam menjaga kinerja serta inovasi perusahaan. Sementara kembalinya tokoh senior seperti Zulkifli Zaini menambah dimensi pengalaman dalam pengawasan dan pengambilan keputusan strategis.
Pemerintah menegaskan bahwa restrukturisasi semacam ini akan terus dilakukan secara berkala demi mendukung profesionalisme, akuntabilitas, serta efisiensi manajemen BUMN di sektor perbankan. Ke depan, Bank Mandiri ditargetkan menjadi institusi keuangan yang tidak hanya berdaya saing secara nasional, tetapi juga tangguh dalam skala regional hingga global.
































