Makassar, Mnayala.co – Tomas Trucha, pelatih berlisensi UEFA Pro asal Republik Ceko, menjadi kandidat terkuat untuk menukangi PSM Makassar setelah memutuskan berpisah dengan klub Dinare FC asal Botswana empat hari lalu.
Trucha dikenal sebagai sosok berpengalaman di sepak bola lintas benua, pernah menangani klub di Eropa, Afrika, dan Asia. Ia memulai karier kepelatihannya bersama tim muda SK Sigma Olomouc di Republik Ceko sebelum menjadi asisten pelatih tim nasional U-16 negaranya.
Rekam jejak Trucha di Afrika mencakup pengalaman bersama Orapa United FC dan Township Rollers FC di Botswana, serta AFC Leopards FC di Kenya. Di Asia, ia pernah melatih Penang FC dan Kelantan United di Malaysia. Terakhir, pelatih berusia 54 tahun itu memimpin Dinare FC di Divisi Pertama Selatan Botswana.
Kepindahan Trucha ke PSM Makassar semakin kuat setelah Dinare FC secara resmi mengumumkan kepergian sang pelatih. Klub menyebut Trucha ingin mencari peluang baru di luar negeri. “Menyusul keinginan sang pelatih untuk mencari peluang baru dalam karier kepelatihannya di luar negeri, manajemen Dinare FC dengan hormat mengabulkan permintaannya,” tulis klub dalam pernyataan resmi yang dikutip Tribun-Timur.com, Senin (27/10/2025).
Sebelumnya, Trucha sempat dikaitkan dengan Persita Tangerang pada musim 2022/2023. Ia dirumorkan menjadi kandidat pengganti Luiz Duran, namun klub asal Banten itu akhirnya menunjuk Divaldo Alves. Jika kesepakatan dengan PSM Makassar terealisasi, Trucha akan menjadi pelatih asal Republik Ceko kedua dalam sejarah klub, setelah Miroslav Janu yang menangani “Juku Eja” pada periode 2003–2005.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, belum mengonfirmasi secara resmi nama pelatih baru tim. Ia hanya menyebutkan bahwa pelatih kepala akan segera diperkenalkan kepada publik dalam waktu dekat. “Belum bisa saya pastikan. Intinya nanti dia tiba, kita adakan konferensi pers perkenalan pelatih kepala dengan media dan suporter,” ujarnya.
Fajrin menambahkan, pelatih anyar dijadwalkan tiba di Makassar dalam satu hingga dua hari ke depan. Namun, kemungkinan belum bisa mendampingi tim saat menghadapi Madura United pada pekan ke-11 Super League, yang berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (2/11/2025). Laga itu bertepatan dengan perayaan HUT ke-110 PSM Makassar.
“Harapannya dia sudah hadir di Parepare walaupun mungkin masalah administrasi belum bisa mendampingi tim karena harus mengurus izin kerja dan sebagainya,” jelas Fajrin, yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Sementara itu, Deputi Komunikasi The Macz Man, Muhammad Ibnu, berharap siapapun pelatih yang ditunjuk dapat memaksimalkan potensi pemain yang ada. “Tentunya beda pelatih, beda racikannya juga,” ujarnya.
PSM Makassar saat ini berada di peringkat ke-14 klasemen sementara Super League dengan delapan poin. Klub asal Sulawesi Selatan itu berharap kehadiran pelatih baru dapat mengembalikan performa tim yang sempat menurun pada awal musim.































