Enrekang, Manyala.co — Wakapolres Enrekang Kompol Ali Maksun, S.Sos., M.M. memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana 2025 di halaman Kantor Bupati Enrekang, Rabu (5/11/2025). Kegiatan yang mengangkat tema “Siap Untuk Selamat” ini diikuti unsur gabungan TNI, Polri, TRC BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Perhubungan, TRC Dinkes, Tagana Dinsos, serta para kepala desa.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga, Pj Sekda Zulkarnain Kara, Ketua DPRD Ikrar Erang Batu, perwakilan Dandim 1419 Enrekang Kapten Inf Abdul Gani, perwakilan Kapolres Kompol Andi Asdar, serta perwakilan Kejaksaan, para staf ahli bupati, asisten, kepala dinas/badan, Pinca BPD, BTB Baznas, dan camat se-Kabupaten Enrekang.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Wakapolres, disampaikan bahwa apel ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana penting untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait—baik personel, peralatan, maupun pola koordinasi lintas sektor.
“Dalam penanganan bencana tidak boleh ada ego sektoral. Keberhasilan bergantung pada kolaborasi dan solidaritas antarinstansi,” tegasnya.
Sulawesi Selatan disebut sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Data sepanjang 2024 mencatat 366 kejadian bencana (161 banjir, 103 longsor, 103 puting beliung). Adapun hingga 2025 sementara ini telah terjadi 189 kejadian (78 banjir, 53 longsor, 53 puting beliung). Angka tersebut menjadi pengingat agar seluruh elemen tetap siaga.
“Kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kewajiban moral dan tanggung jawab institusi,” ujarnya.
Terdapat tiga poin penekanan yang disampaikan dalam apel ini:
- Peningkatan kesiapan personel dan kelayakan sarana prasarana. Seluruh perlengkapan SAR wajib siap digunakan kapan pun.
- Penguatan koordinasi antarinstansi. Kerja sama BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta OPD terkait harus berlangsung efektif, dengan komando jelas dan respons cepat. “Time is life,” tegasnya.
- Edukasi dan mitigasi dini bagi masyarakat. Peran tokoh masyarakat dan agama dinilai penting dalam membangun budaya siaga bencana sejak dini.
“Masyarakat tidak melihat atribut atau pangkat kita, tetapi melihat siapa yang paling siap hadir ketika bencana terjadi. Hadirkan wajah Polri yang humanis, tanggap, dan solutif,” pesannya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesiapan pasukan dan sarana penanggulangan bencana. Wakapolres Kompol Ali Maksun memimpin langsung pengecekan, didampingi Bupati Yusuf Ritangnga, Sekda Zulkarnain Kara, Ketua DPRD Ikrar Erang Batu, serta perwakilan Kodim dan Polres Enrekang.
Pengecekan meliputi peralatan SAR seperti perahu karet, perangkat komunikasi, perlengkapan medis, hingga logistik. Pemeriksaan simbolis tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam mengantisipasi bencana, terlebih memasuki musim hujan dan ancaman cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.
“Kita percaya, dengan kolaborasi kuat antarinstansi serta dukungan pemerintah dan masyarakat, setiap potensi bencana dapat kita hadapi dengan kesiapan dan ketangguhan,” pungkasnya.
































