Manyala.co – Walt Disney Pictures merilis Zootopia 2 di bioskop Indonesia mulai 26 November 2025, menghadirkan kelanjutan cerita dua karakter utama, Judy Hopps dan Nick Wilde, yang kembali bergulat dengan ketegangan hubungan kerja serta isu diskriminasi di kota Zootopia. Film ini disutradarai Byron Howard bersama Jared Bush, melanjutkan kesuksesan film pertama yang dirilis pada 2016.
Sekuel ini dibuka dengan kilas balik dari peristiwa pada film sebelumnya, memberikan konteks bagi penonton baru sekaligus menjembatani jarak hampir sepuluh tahun antara dua rilis tersebut. Latar waktu dalam cerita tidak jauh berbeda dari film pertama, namun perkembangan karakter terlihat signifikan. Judy dan Nick ditampilkan lebih dewasa dan matang dalam menghadapi konflik yang muncul.
Alur utama Zootopia 2 berpusat pada hubungan profesional Judy dan Nick yang tengah mengalami ketegangan hingga keduanya menjalani sesi terapi. Ketidakharmonisan itu harus dikesampingkan setelah muncul laporan mengenai penampakan seekor ular di Zootopia, sebuah kejadian yang belum pernah tercatat sebelumnya. Ular tersebut adalah Gary De’Snake, karakter baru dari golongan reptil yang memperluas dunia Zootopia yang selama ini didominasi mamalia.
Kasus penampakan ini memaksa Judy dan Nick melakukan penyelidikan independen. Mereka menyusup ke berbagai wilayah kota yang belum pernah dieksplorasi dalam film sebelumnya, membawa keduanya pada tantangan baru. Proses investigasi itu tidak hanya menjadi ujian profesionalitas, tetapi juga peluang memperbaiki kerja sama tim yang sempat goyah. Dalam narasi yang lebih luas, penyelidikan tersebut menjadi simbol upaya membangun kembali kota tanpa diskriminasi antarspesies.
Isu diskriminasi merupakan tema utama yang diangkat secara lebih eksplisit dibanding film pertama. Film ini menyoroti bahwa bias dan ketidaksetaraan tetap menjadi bagian dari masyarakat Zootopia, meski kota tersebut sebelumnya digambarkan sebagai tempat yang berupaya hidup dalam keberagaman. Pendekatan ini memberikan kedalaman emosional sekaligus relevansi sosial, terutama bagi penonton yang mengikuti perkembangan narasi sejak 2016.
Elemen hiburan tetap menjadi daya tarik utama. Zootopia 2 dikemas dengan komedi yang dapat diterima berbagai usia dan konteks budaya. Beberapa humor dinilai relevan bagi penonton Indonesia, meskipun film ini diproduksi di Amerika Serikat. Musik juga menjadi bagian penting. Shakira kembali terlibat dengan lagu berjudul “Zoo” yang menjadi soundtrack utama sekaligus memeriahkan suasana film. Ia juga mengisi suara karakter Gazelle, tetap digambarkan sebagai bintang pop di kota tersebut.
Kehadiran Gary De’Snake membuka ruang eksplorasi baru tentang interaksi antara spesies reptil dan mamalia dalam masyarakat Zootopia. Karakter ini menjadi kunci dalam mengembangkan tema besar film mengenai inklusivitas dan keberagaman. Hubungan dinamis antara Judy, Nick, dan Gary memberi warna baru bagi petualangan di kota itu.
Secara keseluruhan, Zootopia 2 menawarkan kombinasi cerita yang lebih matang, humor yang efektif, musik yang menarik, serta perluasan dunia yang signifikan. Film ini diposisikan sebagai tontonan keluarga menjelang liburan akhir tahun, sekaligus melanjutkan warisan film pertamanya dengan menghadirkan isu sosial yang relevan dalam balutan petualangan ringan.
































