40 Profesi yang Paling Aman dari Ancaman AI: Teknologi Tak Goyahkan Sentuhan Manusia

40 Profesi yang Paling Aman dari Ancaman AI: Teknologi Tak Goyahkan Sentuhan Manusia - Profesi - Gambar 295

Manyala.co – Di tengah derasnya arus transformasi digital dan penetrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam berbagai sektor, keresahan soal tergesernya manusia dari dunia kerja kian terasa. Banyak pekerja kini bertanya-tanya: apakah profesi saya akan digantikan oleh mesin? Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat kecepatan inovasi yang memungkinkan AI mengambil alih tugas-tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia.

Namun ternyata, tidak semua pekerjaan mudah diotomatisasi. Microsoft, salah satu raksasa teknologi global, baru-baru ini merilis daftar 40 pekerjaan yang dinilai sangat sulit bahkan hampir mustahil untuk digantikan oleh AI dalam waktu dekat. Temuan ini menjadi angin segar bagi para pekerja di bidang-bidang tertentu, terutama yang mengandalkan kemampuan fisik, kecermatan manusia, serta interaksi emosional dalam menjalankan tugasnya.

Menurut laporan tersebut, pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis manual, mengandalkan kepekaan, intuisi, hingga keahlian interpersonal yang khas manusia, memiliki resistansi tinggi terhadap otomatisasi. Sebut saja profesi seperti petugas pengambil sampel darah, tukang atap, hingga terapis pijat — semua tergolong sebagai profesi yang cukup ‘tahan banting’ dari serbuan AI.

Allie K Miller, mantan eksekutif AI di Amazon dan IBM, serta kini menjadi penasihat perusahaan-perusahaan Fortune 500, turut menyoroti hal ini. Lewat unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter), Miller menyampaikan bahwa meski beberapa pekerjaan bisa saja mengalami transformasi digital, namun banyak pula yang tetap bertahan karena AI tidak mampu meniru kompleksitas sentuhan manusia. “Bagi para phlebotomist (petugas pengambil sampel darah), kalian tidak perlu khawatir. Profesi kalian aman,” ujarnya memberi semangat.

Alasan utama mengapa pekerjaan-pekerjaan ini sulit digantikan adalah karena melibatkan aspek-aspek yang sangat manusiawi. Sebagai contoh, perawat dan asisten perawat dituntut bukan hanya untuk menjalankan prosedur medis, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan empati kepada pasien. Dalam kasus tukang pijat, meski ada robot pemijat, kenyamanan dan respons terhadap tekanan serta emosi klien tetap membutuhkan naluri manusia yang peka.

Elon Musk Nilai Kuliah Kian Kurang Relevan di Era AI

Adapun profesi lain yang masuk dalam daftar sulit digantikan AI mencakup pekerjaan kasar seperti pengelola limbah berbahaya, operator alat berat, atau pekerja pemeliharaan jalan. Selain karena medan kerja yang tidak menentu, profesi-profesi ini juga menuntut keterampilan khusus, ketelitian tinggi, dan adaptasi instan di lapangan sesuatu yang masih sulit dihadirkan oleh algoritma pintar.

Berikut adalah 40 pekerjaan yang dinilai paling sulit untuk diotomatisasi oleh AI, berdasarkan laporan Microsoft:

  1. Petugas pengambil sampel darah (Phlebotomist)
  2. Asisten perawat
  3. Pembersih limbah berbahaya
  4. Asisten tukang cat dan plester
  5. Petugas pengawetan jenazah
  6. Operator pabrik dan sistem industri
  7. Dokter bedah rahang dan mulut
  8. Pemasang serta teknisi kaca mobil
  9. Insinyur kapal
  10. Tukang tambal dan ganti ban
  11. Dokter gigi spesialis gigi palsu (Prostodontis)
  12. Asisten tenaga produksi
  13. Pekerja pemeliharaan jalan raya
  14. Petugas penyiapan peralatan medis
  15. Operator mesin pengisi dan pengepak
  16. Pengumpan mesin industri
  17. Pencuci piring industri
  18. Tukang semen dan pelapis beton
  19. Pengawas tim pemadam kebakaran
  20. Operator truk dan traktor besar
  21. Teknisi mata dan optometri
  22. Terapis pijat
  23. Asisten bedah
  24. Perakit ban kendaraan
  25. Asisten tukang atap
  26. Operator stasiun pemompaan gas
  27. Tukang atap
  28. Pekerja lapangan di sektor minyak dan gas
  29. Petugas kebersihan dan pembantu rumah tangga
  30. Operator peralatan pengecoran dan perataan jalan
  31. Operator alat pemotong dan penebang pohon
  32. Pengemudi kapal motor
  33. Petugas sanitasi rumah sakit
  34. Tukang pengamplasan dan finishing lantai
  35. Operator pemancang tiang
  36. Teknisi perawatan rel kereta
  37. Pembuat cetakan logam
  38. Operator sistem pengolahan air
  39. Petugas jembatan dan pengendali pintu air
  40. Operator pengeruk dan alat berat pelabuhan

Laporan ini tidak hanya memetakan potensi ancaman otomatisasi, tapi juga menggambarkan bahwa kemajuan teknologi justru menyoroti betapa berharganya peran manusia dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. AI bisa memproses data dalam hitungan detik dan menyusun pola, tapi ketika menyangkut kenyamanan emosional, kepekaan sosial, dan kemampuan beradaptasi terhadap situasi nyata manusia tetaplah yang terdepan.

Meski demikian, para ahli tetap menekankan pentingnya adaptasi. Dunia kerja akan terus berubah, dan AI tidak selalu hadir untuk menggantikan, tapi bisa menjadi mitra yang membantu. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan (upskilling) dan pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci agar tetap relevan di era teknologi ini.

Singkatnya, jika Anda termasuk dalam profesi yang masuk dalam daftar ini, Anda memang memiliki keunggulan alami dibandingkan robot. Namun, bukan berarti bisa berpuas diri. Justru dengan fondasi pekerjaan yang kuat dan sulit tergantikan, ini saat yang tepat untuk terus mengembangkan kompetensi, berinovasi, dan membuka diri terhadap penggunaan teknologi sebagai alat bantu, bukan ancaman.

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom