5 Tuntutan Aksi Besar-besaran Ojol 20 Mei 2025: Protes Potongan Aplikasi dan Tarif Tak Layak

5 Tuntutan Aksi Besar-besaran Ojol 20 Mei 2025: Protes Potongan Aplikasi dan Tarif Tak Layak - Ojol - Gambar 1367
ojol protes terhadap kebijakan aplikator yang dianggap menyimpang dari aturan dan merugikan mitra pengemudi.

Manyala.co – Hari ini, Selasa 20 Mei 2025, ribuan pengemudi ojek online (ojol) turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi nasional. Mereka menyuarakan protes terhadap kebijakan aplikator yang dianggap menyimpang dari aturan dan merugikan mitra pengemudi. Aksi ini digagas oleh Asosiasi Pengemudi Ojek Online Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia dan dilakukan serentak di beberapa kota besar, termasuk Jakarta dan Surabaya.

Di Ibu Kota, massa pengemudi akan memusatkan aksinya di tiga lokasi strategis: Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan kompleks parlemen DPR/MPR RI. Aksi serupa juga digelar di Jawa Timur oleh kelompok Frontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) dengan titik kumpul di depan Mall Cito Bundaran Waru.

Inilah Lima Tuntutan Utama Para Pengemudi Ojol:

  1. Potongan biaya aplikasi harus diturunkan secara mutlak menjadi hanya 10 persen.
  2. Tarif layanan pengantaran penumpang harus dinaikkan agar lebih layak.
  3. Pemerintah diminta segera menerbitkan regulasi resmi untuk pengantaran makanan dan barang.
  4. Harus ada kejelasan mengenai tarif bersih yang diterima oleh mitra pengemudi.
  5. Mendesak pemerintah segera merumuskan dan mengesahkan Undang-Undang Transportasi Online Nasional.

Menurut perwakilan Frontal Jatim, Samuel Grand, sebanyak 6.000 pengemudi dari Surabaya dan Sidoarjo ikut serta dalam aksi hari ini. Ia mengatakan bahwa unjuk rasa ini merupakan puncak dari ketidakpuasan terhadap aplikator yang kerap menaikkan potongan dan menerapkan skema tarif yang tidak adil.

Ojol Lakukan Off-Bid Massal, Aktivitas Layanan Terganggu

Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Ujung Tanah, Utamakan Dialog dan Solusi

Ketua Umum GARDA Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengonfirmasi bahwa selama aksi berlangsung, seluruh pengemudi yang tergabung dalam gerakan ini akan melakukan off-bid atau tidak mengaktifkan aplikasi. Artinya, tidak ada layanan pengantaran penumpang, makanan, maupun barang yang bisa diakses dari aplikasi ojol hari ini.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena dampak dari aksi ini diperkirakan cukup besar, terutama di wilayah Jabodetabek, yang bisa mengalami lumpuhnya layanan dan peningkatan kemacetan lalu lintas.

“Selama 20 Mei 2025, kami prediksi sebagian besar pemesanan layanan akan terhenti karena aplikasi tidak akan aktif,” kata Igun.

Mengapa Demo Ini Digelar?

Menurut Igun, demonstrasi ini adalah bentuk respons atas pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan aplikasi. Ia menyoroti pelanggaran terhadap Keputusan Menteri Perhubungan KP No.1001 Tahun 2022 yang mengatur batas maksimal potongan aplikasi sebesar 15 persen dan tambahan 5 persen untuk program kesejahteraan mitra. Namun faktanya, banyak aplikator menetapkan potongan yang jauh lebih tinggi.

Munas dan HBH 2026 IKA Teknik Mesin Unhas, Jusman Sikki Kembali Jabat Ketua

Igun mengatakan bahwa selama ini pengemudi telah menyampaikan aspirasi dan protes secara damai, tetapi tidak mendapatkan tanggapan memadai dari pihak aplikator maupun pemerintah. Karena itu, aksi turun ke jalan dipilih sebagai upaya terakhir agar suara mereka didengar.

Respons dari Grab, Gojek, dan Maxim

Meski aksi demo berlangsung hari ini, sejumlah perusahaan penyedia layanan ojol menyatakan operasional tetap berjalan seperti biasa. Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy, memastikan bahwa layanan Grab tidak akan terganggu. Ia juga meminta pengguna untuk merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kemacetan di titik-titik unjuk rasa.

Sementara itu, Presiden Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo, mengatakan bahwa pihaknya akan terus menjaga komunikasi terbuka dengan mitra pengemudi agar aspirasi bisa tersampaikan dengan baik tanpa harus mengganggu kegiatan ekonomi.

Maxim melalui perwakilannya, Muhammad Rafi Assagaf, juga meminta mitra pengemudi untuk tetap menjalankan operasional dan mengimbau mereka menyampaikan keluhan langsung ke kantor Maxim.

PSBM ke-XXVI 2026 di Makassar, Wali Kota Munafri: Forum Dongkrak Roda Ekonomi

Sebagian Komunitas Memilih Tidak Ikut Aksi

Tidak semua komunitas pengemudi mendukung aksi ini. Beberapa memilih tetap aktif demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Salah satunya adalah Keluarga Besar Driver Jabodetabek (KBDJ) dan Keluarga Gojek Merah Putih (KGMP). Kedua kelompok ini menilai bahwa demo bukanlah cara paling tepat dan berharap penyelesaian bisa dilakukan lewat dialog dan pendekatan langsung.

Aksi hari ini menunjukkan betapa mendesaknya isu kesejahteraan pengemudi dalam ekosistem transportasi daring. Harapannya, suara yang disuarakan di jalan bisa direspons secara serius oleh pemerintah dan aplikator agar tercipta sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom