PHK Massal Tekan Daya Beli, Pemerintah Pacu Stimulus untuk Bendung Perlambatan Konsumsi

PHK Massal Tekan Daya Beli, Pemerintah Pacu Stimulus untuk Bendung Perlambatan Konsumsi - PHK - Gambar 1293
Ilustrasi PHK Massal Tekan Daya Beli. Istimewa.

Manyala.co – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berlangsung sejak pertengahan 2024 hingga awal 2025 kini mulai menunjukkan dampaknya secara luas pada ekonomi nasional. Lesunya konsumsi rumah tangga dalam beberapa kuartal terakhir membuat pemerintah harus kembali menggelontorkan berbagai bentuk insentif demi menjaga pertumbuhan.

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai bahwa dampak dari PHK besar-besaran tersebut sangat terasa, terutama dalam hal menurunnya daya beli masyarakat secara agregat. Bahkan saat momen Lebaran yang biasanya memicu lonjakan belanja pun terasa lesu tahun ini. Banyak pekerja yang terdampak PHK tidak lagi mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), sehingga perputaran uang di daerah tujuan mudik menjadi jauh lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sumber utama dari pelemahan daya beli ini bukan sekadar inflasi, tetapi karena kehilangan pendapatan secara langsung akibat banyaknya pekerja yang terkena PHK,” ujar Huda dalam keterangannya, Minggu (25/5/2025).

Dalam jangka pendek, konsumsi rumah tangga memang masih terlihat karena masyarakat menggunakan simpanan pribadi. Namun, hal ini justru menjadi sinyal yang mengkhawatirkan. Menurut Huda, ketika orang mulai mengandalkan tabungan untuk kebutuhan konsumsi, artinya mereka tidak lagi memiliki pendapatan rutin yang mencukupi. Dalam jangka menengah, pola ini akan memperlemah ketahanan ekonomi rumah tangga.

“Kita melihat bahwa masyarakat mulai menguras tabungannya. Ini artinya mereka tidak lagi punya penghasilan cukup yang bisa disisihkan. Lama-kelamaan ini akan menggerus fondasi keuangan rumah tangga,” jelasnya.

RT/RW Garda Terdepan, Wali Kota Makassar Munafri Janjikan Penghargaan Ratusan Juta

Tak hanya itu, Huda memprediksi bahwa kondisi akan semakin memburuk pada Mei 2025. Momentum Ramadan dan Lebaran yang selama ini menjadi pemicu lonjakan belanja telah berakhir, sementara cadangan keuangan seperti pesangon dan dana pensiun juga mulai menipis. Akibatnya, konsumsi rumah tangga diperkirakan akan melemah drastis pada kuartal II dan III tahun ini.

“Pelemahan konsumsi akan berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional, dan bisa menjadi ganjalan besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang dipatok di angka 5,2 persen,” ujarnya.

Merespons kondisi ini, pemerintah menyiapkan serangkaian program stimulus yang akan diluncurkan mulai Juni 2025. Program-program tersebut meliputi subsidi tarif listrik dan tol, bantuan subsidi upah bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta, bantuan pangan untuk masyarakat miskin, serta potongan harga untuk transportasi umum. Namun di antara berbagai insentif tersebut, ada juga yang dinilai kurang tepat sasaran.

Salah satu insentif yang menuai kritik adalah subsidi pembelian motor listrik. Huda menganggap kebijakan ini kurang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah tekanan konsumsi. “Saya mempertanyakan efektivitas bantuan untuk motor listrik. Menurut saya, itu tidak berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga yang sedang menurun,” ujarnya.

Ia menyarankan agar stimulus lebih diarahkan pada kelompok menengah yang memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi nasional. Bantuan seperti sembako dan subsidi upah tetap penting, namun harus dilengkapi dengan insentif yang lebih menyasar kebutuhan sehari-hari masyarakat luas, bukan hanya program strategis jangka panjang yang minim efek ke konsumsi saat ini.

Pohon Tumbang Mengganggu Jalan? Laporkan ke DLH Makassar, Ini Nomor Pengaduannya

Di tengah pelemahan daya beli dan potensi stagnasi ekonomi, pemerintah didorong untuk lebih cermat dalam merancang kebijakan agar tidak sekadar menggelontorkan stimulus, tapi benar-benar bisa memulihkan kondisi konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom