Manyala.co – Operasi penyelamatan korban longsor di kawasan pertambangan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon terus berlanjut hingga Sabtu, 31 Mei 2025. Bencana yang terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB itu menyebabkan puluhan penambang tertimbun material longsor, dengan delapan orang dilaporkan masih hilang.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Brimob, Basarnas, BNPB, Kementerian ESDM, tenaga medis, dan relawan diterjunkan ke lokasi. Total sebanyak 400 personel terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi yang masih terus berlangsung. “Pada pagi hari ini kita sudah merencanakan evakuasi korban bencana longsor para pekerja penambang Gunung Kuda,” ujar Letkol Inf M Yusron, Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon.
Menurut Yusron, proses evakuasi dibagi dalam dua sektor pencarian utama, yaitu sisi timur dan barat, guna meminimalisasi risiko terhadap tim penyelamat. “Kita fokuskan di dua titik saja, dan kita juga mengantisipasi jangan sampai tim evakuasi terlalu maju ke lokasi rawan longsor seperti kemarin,” jelasnya.
Sementara itu, dari pihak kepolisian, Polda Jawa Barat menurunkan tiga ekor anjing pelacak (K9) lengkap dengan pemandu dan instruktur. Keberadaan unit K9 ini dianggap sangat krusial dalam mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun.
“Kami mengirimkan tiga ekor anjing pelacak (K9), lengkap dengan pemandu dan dua instruktur yang mengawasi,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, di lokasi kejadian pada Sabtu (31/5/2025).
Hendra menjelaskan bahwa unit K9 baru akan mulai diterjunkan setelah area dinyatakan aman dan alat berat berhasil membuka jalur evakuasi. “Informasinya masih ada truk yang tertimbun. Setelah alat berat berhasil dievakuasi, barulah K9 akan mulai bekerja,” ujarnya.
Menurut Hendra, keberadaan K9 merupakan langkah taktis dari Kapolda Jawa Barat untuk meningkatkan efektivitas pencarian, mengingat medan yang sangat sulit dan bahaya longsor susulan. “Dengan kondisi reruntuhan seperti ini, sulit bagi petugas untuk mendeteksi posisi korban secara manual. K9 dapat mengendus keberadaan jenazah hingga kedalaman 10 meter, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia,” katanya.
Ia memastikan bahwa unit K9 akan terus berada di lokasi sampai seluruh korban ditemukan. “K9 akan standby di sini sampai kami menerima informasi bahwa seluruh korban telah berhasil dievakuasi,” tegasnya.
Hingga Sabtu malam, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini tercatat mencapai 14 orang. Sementara delapan penambang lainnya masih dalam pencarian. Tim evakuasi juga menghadapi tantangan tambahan berupa enam truk dan satu ekskavator yang tertimbun material longsor, yang turut menjadi fokus proses pencarian.
Situasi di lapangan pun diawasi ketat untuk mencegah terjadinya longsor susulan, dengan langkah pengamanan maksimal terus dilakukan di setiap titik rawan. Meski medan sulit dan kondisi cuaca tidak selalu mendukung, semangat dan kerja keras seluruh personel gabungan tidak surut demi menemukan para korban yang belum diketemukan.
































