Pernyataan Lama Prabowo Soal Iran Kembali Disorot di Tengah Memanasnya Konflik

Pernyataan Lama Prabowo Soal Iran Kembali Disorot di Tengah Memanasnya Konflik - Prabowo - Gambar 976
Prabowo Subianto di Hambalang saat kumpul bersama 7 jurnalis senior. (dok. detik.com).

Manyala.co – Pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang disampaikan dalam wawancara dengan sejumlah pemimpin redaksi dua bulan lalu kembali mencuat di media sosial. Ucapan tersebut dianggap sebagai prediksi yang mendekati kenyataan, menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang kian memanas dalam beberapa hari terakhir.

Dalam wawancara di Hambalang, Jawa Barat, pada 6 April 2025, Prabowo mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan pecahnya Perang Dunia III jika situasi geopolitik di Timur Tengah tidak terkendali. Ia menyebut secara gamblang bahwa konflik militer terhadap Iran berpotensi mengundang reaksi dari Rusia, yang bisa memicu ketegangan global berkepanjangan.

“Saya pelajari tiap malam, saya lihat ini masa yang sangat berbahaya. Amerika berencana menyerang Iran, dan Rusia sudah menyatakan akan turun tangan jika itu terjadi. Situasi ini bisa jadi pemicu konflik global,” ujar Prabowo dalam potongan video wawancara yang kini kembali viral di berbagai platform.

Lebih lanjut, Prabowo juga mengingatkan bahwa meskipun Indonesia mengambil posisi non-blok dalam politik luar negeri, dampak dari perang global seperti ini tidak akan bisa dihindari sepenuhnya. Menurutnya, “Jika perang nuklir meletus, semua pihak akan terdampak. Mungkin negara-negara dengan senjata nuklir mati lebih cepat, kita mati agak lambat, tapi tetap terkena juga.”

Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan publik setelah konflik terbuka pecah antara Israel dan Iran. Pada 16 Juni 2025, Israel meluncurkan serangan militer terhadap sejumlah fasilitas milik Iran di Teheran dan kota lainnya. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa serangan tersebut menyasar program nuklir dan pengembangan rudal balistik Iran dalam operasi yang diberi nama “Rising Lion”.

RAT ke-40 Koperasi Wanita Maiwa Tekankan Peran Kesejahteraan Anggota

Dalam pernyataannya yang dikutip sejumlah media internasional, Netanyahu menegaskan bahwa operasi tersebut tidak akan berhenti dalam waktu dekat. “Kami akan terus melanjutkan operasi ini selama diperlukan untuk menghentikan ancaman tersebut,” ucapnya.

Menanggapi serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan pada malam harinya. Rudal-rudal Iran menghantam berbagai wilayah Israel termasuk Tel Aviv dan Yerusalem. Iran menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk pembalasan atas serangan terhadap fasilitas strategisnya dan tewasnya sejumlah tokoh penting, termasuk Komandan IRGC Hossein Salami dan mantan kepala badan energi atom Iran, Fereydoon Abbasi.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras. Ia menuduh Israel melakukan kejahatan terhadap rakyat Iran dan memperingatkan bahwa Tel Aviv akan menerima akibat yang menyakitkan. “Rezim Zionis telah membuka tangannya untuk melakukan kejahatan di tanah air kami. Mereka akan menanggung akibatnya,” ujar Khamenei seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.

Hingga Jumat, 20 Juni 2025, laporan dari Kementerian Kesehatan Iran menyebutkan sedikitnya 220 orang tewas akibat rentetan serangan militer Israel. Sebaliknya, otoritas Israel melaporkan 24 warganya tewas akibat serangan balasan dari Iran.

Sementara itu, tekanan internasional terhadap konflik ini semakin meningkat. Banyak pihak, termasuk sejumlah pemimpin dunia, menyerukan pentingnya gencatan senjata dan dialog damai. Dalam konteks inilah, sejumlah netizen dan pengamat menilai bahwa pernyataan Prabowo yang disampaikan dua bulan lalu kini terasa sangat relevan dengan situasi aktual.

Kanwil Kemenkum Sumsel Ikuti Sosialisasi Tata Kelola Kebijakan Publik

Di media sosial, tidak sedikit warganet yang menyebut bahwa Presiden Prabowo seharusnya mengambil peran aktif sebagai mediator atau inisiator perdamaian, mengingat posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang berkomitmen pada perdamaian dunia.

Kondisi yang berkembang cepat ini membuat perhatian global terus tertuju ke Timur Tengah, sementara kekhawatiran terhadap skenario konflik global masih membayangi. Terlepas dari itu, publik kini menanti langkah strategis diplomasi dari negara-negara besar dan organisasi internasional guna menekan potensi eskalasi yang lebih luas.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom