Lingkungan dan Keadilan Sosial (Ketika Sampah Menjadi Soal Keadilan)

Lingkungan dan Keadilan Sosial (Ketika Sampah Menjadi Soal Keadilan) - Lingkungan - Gambar 858

Oleh: Mashud Azikin (Aktivis dan Pemerhati Persampahan Kota Makassar, Founder Komunitas Manggala Tanpa Sekat)

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Indonesia, 29 Juni 2025, Kota Makassar mencatatkan sejarah kecil tapi berarti. Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham meluncurkan program penggratisan iuran sampah bagi masyarakat miskin ekstrem. Boleh jadi, bagi sebagian orang ini terlihat seperti kebijakan populis biasa. Namun bila kita telaah lebih dalam, inilah bentuk nyata dari keadilan ekologis yang selama ini hanya menjadi wacana akademik.

Sampah bukan sekadar urusan teknis. Ia adalah cerminan dari pola konsumsi, distribusi tanggung jawab, hingga struktur kelas sosial dalam masyarakat. Di banyak kota, termasuk Makassar, beban iuran sampah dikenakan merata, tanpa melihat kemampuan ekonomi warga. Akibatnya, mereka yang hidup dalam kemiskinan ekstrem harus memilih: membayar iuran sampah atau membeli kebutuhan pokok hari itu.

Kebijakan baru ini tidak hanya membebaskan iuran bulanan yang berkisar Rp25.000–Rp30.000. Ia membebaskan warga miskin dari beban moral dan struktural dari perasaan “bersalah” karena dianggap penyumbang masalah, padahal mereka justru sering jadi bagian dari solusi. Para pemulung, pengepul kecil, dan warga miskin kota adalah barisan terdepan dalam rantai informal daur ulang yang sering dilupakan negara.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan tidak boleh netral. Ia harus berpihak, terutama kepada mereka yang paling rentan. Karena ketika kita bicara soal lingkungan, kita sejatinya sedang bicara tentang hak hidup yang layak, udara bersih, air jernih, dan ruang tinggal yang sehat.

Ribuan Warga Padati Lapangan Karebosi, Munafri Arifuddin Ajak Perkuat Persatuan di Hari Raya

Yang juga penting adalah bahwa kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Pemkot juga mengintegrasikannya dengan program padat karya, pemberdayaan bank sampah, dan pelibatan komunitas. Inilah bentuk pendekatan kolaboratif yang patut ditiru: lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, tapi dengan keberpihakan yang jelas pada yang lemah.

Kita tentu sadar, tantangan ke depan tidak kecil. Harus ada sistem pendataan yang akurat, pengawasan partisipatif, serta penguatan kelembagaan di tingkat lokal. Namun satu hal yang tak boleh diragukan: bahwa kota yang baik adalah kota yang tidak membiarkan warganya yang paling miskin hidup dalam beban yang tidak adil.

Dengan program ini, Makassar telah melangkah menuju arah yang benar. Ia menjadikan Hari Lingkungan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum keberpihakan yang konkret. Sebuah kota tidak diukur hanya dari gedung pencakar langitnya, tetapi dari sejauh mana ia melindungi dan memuliakan mereka yang tinggal di kaki langit.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom