Kenaikan Harga BBM Awal Juli, Bagaimana Nasib LPG 3 Kg dan Non-Subsidi? Ini Rinciannya

Kenaikan Harga BBM Awal Juli, Bagaimana Nasib LPG 3 Kg dan Non-Subsidi? Ini Rinciannya - BBM - Gambar 854
Kenaikan Harga BBM Awal Juli, Bagaimana Nasib LPG 3 Kg dan Non-Subsidi?

Manyala.co – Di tengah naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai 1 Juli 2025, perhatian publik kini tertuju pada harga gas elpiji (LPG), terutama LPG 3 kilogram (subsidi) dan varian non-subsidinya. Kenaikan BBM seperti Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite dan Pertamina Dex telah resmi diumumkan PT Pertamina (Persero) dan mulai berlaku secara nasional.

Namun, bagaimana dengan harga LPG? Apakah mengikuti tren kenaikan BBM yang telah diumumkan sebelumnya?

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa hingga 1 Juli 2025, harga LPG 3 kg masih bertahan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di sejumlah wilayah. Salah satunya di wilayah Tangerang Selatan, di mana pangkalan resmi seperti Toko Lagiman di kawasan Pamulang tetap menjual elpiji 3 kg seharga Rp 19.000 per tabung. Harga tersebut sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah setempat yang menetapkan HET untuk gas bersubsidi tersebut.

“Masih (sesuai HET) gas 3 kg Rp 19.000,” ujar penjaga pangkalan saat dikonfirmasi pada Selasa (1/7/2025).

Namun berbeda halnya jika konsumen membeli melalui pengecer atau sub pangkalan. Di lapisan distribusi ini, harga bisa melonjak hingga Rp 22.000 per tabung, terutama karena adanya tambahan biaya antar. Seorang pengecer lokal menyebut, “LPG 3 kg (harga) Rp 22.000,” sebagai tarif yang dikenakan di tingkat ritel.

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

Sementara itu, untuk LPG non-subsidi, harga di tingkat pengecer juga mengalami disparitas dengan harga resmi Pertamina. Di wilayah Tangerang Selatan, harga eceran LPG tabung 5,5 kg dibanderol Rp 110.000 per tabung, sedangkan untuk tabung 12 kg mencapai Rp 210.000. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga yang ditetapkan di tingkat agen resmi Pertamina.

Adapun harga resmi LPG non-subsidi di tingkat agen—yang telah berlaku sejak 22 November 2023—masih belum berubah hingga 1 Juli 2025. Harga tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan akan bertambah jika agen berada di luar radius 60 km dari lokasi pengisian (Filling Plant), karena ditambah biaya angkut.

Berikut rincian harga LPG non-subsidi berdasarkan wilayah:

Wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB:

  • LPG 5,5 kg: Rp 90.000
  • LPG 12 kg: Rp 192.000

Wilayah Sumatera (termasuk Lampung dan Bengkulu), serta Sulawesi Selatan dan Tengah:

Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo

  • LPG 5,5 kg: Rp 94.000
  • LPG 12 kg: Rp 194.000

Wilayah Kalimantan Barat hingga Sulawesi Utara dan Tenggara:

  • LPG 5,5 kg: Rp 97.000
  • LPG 12 kg: Rp 202.000

Wilayah Kalimantan Utara:

  • LPG 5,5 kg: Rp 107.000
  • LPG 12 kg: Rp 229.000

Wilayah Maluku dan Papua:

  • LPG 5,5 kg: Rp 117.000
  • LPG 12 kg: Rp 249.000

Disparitas harga ini menunjukkan bahwa meskipun harga resmi masih tetap, distribusi dan ongkos operasional di berbagai wilayah berkontribusi terhadap naiknya harga di tingkat pengecer.

Sementara itu, terkait dengan harga BBM per 1 Juli 2025, berikut adalah daftar kenaikan yang berlaku di wilayah DKI Jakarta:

Elon Musk Nilai Kuliah Kian Kurang Relevan di Era AI

  • Pertamax (RON 92): Naik dari Rp 12.100 menjadi Rp 12.500 per liter.
  • Pertamax Turbo: Naik dari Rp 13.050 menjadi Rp 13.500 per liter.
  • Pertamax Green (RON 95): Naik dari Rp 12.800 menjadi Rp 13.250 per liter.
  • Dexlite (CN 51): Naik dari Rp 12.740 menjadi Rp 13.320 per liter.
  • Pertamina Dex (CN 53): Naik dari Rp 13.200 menjadi Rp 13.650 per liter.

Namun, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi, tidak ada perubahan. Masing-masing masih dijual dengan harga Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Kebijakan harga LPG yang belum mengalami perubahan di tengah lonjakan harga BBM ini membawa sedikit kelegaan bagi sebagian masyarakat, terutama kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada LPG 3 kg bersubsidi. Namun demikian, disparitas harga antara pangkalan resmi dan pengecer tetap menjadi tantangan tersendiri dalam menjamin keterjangkauan harga dan pemerataan distribusi energi.

Pemerintah dan Pertamina diharapkan terus melakukan pengawasan dan optimalisasi distribusi agar gas elpiji tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom