Manyala.co – Ribuan siswa dari berbagai penjuru tanah air berhasil lolos ke tahap provinsi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2025 setelah melalui seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota. Pengumuman resmi disampaikan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) bersama Pusat Prestasi Nasional, di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pada Sabtu (13/7/2025).
Tahap seleksi OSN Kabupaten (OSN-K) telah dilangsungkan pada Juni 2025, melibatkan ratusan ribu peserta dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs di seluruh Indonesia. Meskipun tidak semua daerah mengikuti ajang ini, antusiasme para siswa tetap tinggi, mencerminkan semangat kompetisi akademik di kalangan pelajar.
Total Peserta dan Tingkat Persaingan
Untuk jenjang SD/MI, seleksi dilaksanakan pada 11 hingga 12 Juni 2025. Sebanyak 321.043 siswa tercatat mengikuti kompetisi di tiga bidang utama, yakni:
- Matematika: 116.156 peserta
- IPA: 111.555 peserta
- IPS: 93.332 peserta
Dari seleksi tersebut, hanya 6.550 siswa yang berhasil melaju ke Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi (OSN-P), terbagi dalam tiga bidang sebagai berikut:
- Matematika: 2.203 siswa
- IPA: 2.177 siswa
- IPS: 2.170 siswa
Sementara itu, di jenjang SMP/MTs, seleksi OSN-K diadakan pada tanggal 17 dan 18 Juni 2025 dengan total peserta mencapai 187.552 siswa. Komposisi peserta menurut bidang adalah:
- Matematika: 62.419 peserta
- IPA: 61.958 peserta
- IPS: 63.175 peserta
Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, sebanyak 6.899 siswa berhasil dinyatakan lolos ke tahap provinsi. Adapun perinciannya sebagai berikut:
- Matematika: 2.331 siswa
- IPA: 2.332 siswa
- IPS: 2.236 siswa
Link Resmi Pengumuman dan Daftar Nama Peserta yang Lolos
Bagi siswa dan orang tua yang ingin mengecek hasil resmi, daftar nama peserta yang lolos ke tahap provinsi dapat diakses melalui laman yang disediakan oleh panitia penyelenggara. Informasi lebih lanjut dan tautan pengumuman tersedia di laman resmi BPTI dan Pusat Prestasi Nasional.
Tidak Semua Daerah Mengikuti OSN 2025
Meskipun ajang ini berskala nasional, tercatat sejumlah daerah tidak berpartisipasi. Sebanyak 225 kabupaten/kota untuk jenjang SD/MI dan 42 kabupaten/kota untuk jenjang SMP/MTs dilaporkan tidak mengirimkan peserta atau tidak menyelenggarakan seleksi OSN-K tahun ini. Belum diketahui secara pasti apa alasan ketidakhadiran tersebut, namun hal ini menjadi catatan tersendiri bagi pelaksanaan OSN di masa mendatang.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Dengan diumumkannya hasil seleksi OSN tingkat kabupaten ini, para peserta yang lolos akan melanjutkan perjuangan mereka di tahap provinsi. OSN tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah unjuk kemampuan, tetapi juga merupakan sarana pembinaan talenta-talenta muda Indonesia di bidang sains.
Pemerintah melalui Kemendikdasmen berharap kompetisi seperti OSN ini terus menjadi ajang yang inklusif dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia. Dengan begitu, bibit-bibit unggul dari daerah terpencil pun dapat ikut bersaing dan mendapatkan apresiasi yang layak.
Bagi para siswa yang belum lolos tahun ini, ajang ini menjadi pelajaran berharga untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri lebih baik di tahun-tahun mendatang. Semangat berkompetisi dan mencintai ilmu pengetahuan sejak dini adalah kunci penting dalam membangun generasi bangsa yang unggul.
































