Krisis Beras Melanda Luwu: Distribusi Terhambat, Harga Melonjak, Warga Resah

Krisis Beras Melanda Luwu: Distribusi Terhambat, Harga Melonjak, Warga Resah - Beras - Gambar 639
Krisis Beras Melanda Luwu.

Manyala.co – Kelangkaan beras non-subsidi tengah menjadi sorotan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sejumlah toko sembako di kawasan tersebut, khususnya di Belopa dan sekitarnya, mengalami kekosongan stok yang sudah berlangsung hampir sepekan terakhir. Warga mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan pokok tersebut, bahkan jika tersedia pun, harganya sudah tidak lagi bersahabat.

Faisal, salah satu warga Belopa, menyampaikan bahwa kenaikan harga beras kini menambah beban masyarakat. “Kurang lebih sudah lima sampai tujuh hari ini beras tidak ada di toko-toko. Kalaupun ada yang jual, harganya naik sampai Rp10 ribu per kanduk dari biasanya,” ujarnya dengan nada kecewa, Kamis (17/7/2025).

Kondisi serupa dirasakan para pelaku usaha ritel di pasar lama Belopa. Salah satu pemilik toko sembako yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pasokan dari distributor sudah tersendat sejak empat hari lalu. “Sudah beberapa hari ini tidak ada pengiriman sama sekali. Kalau pun datang, jumlahnya sedikit dan tidak sebanding dengan permintaan dari warga. Otomatis harga ikut naik,” katanya.

Di tengah ketidakpastian ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu mengungkapkan bahwa keterlambatan distribusi berasal dari Perum Bulog Cabang Palopo yang belum juga menyalurkan beras ke para pedagang. Kepala Dinas Perdagangan, Ruslang, mengonfirmasi bahwa hingga hari Kamis (17/7), beras masih tertahan di gudang Bulog dan belum dilepas ke pasar.

“Kondisi ini terjadi karena Bulog sedang fokus menyerap gabah petani dalam jumlah besar. Akibatnya, distribusi beras ke pasar-pasar tertunda. Kami sudah menerima informasi bahwa stok masih berada di gudang Bulog Palopo dan belum dilepas ke pedagang,” terang Ruslang kepada media.

Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

Menurutnya, masalah kelangkaan beras ini sejatinya telah dibahas dalam sebuah rapat koordinasi antara pihak Pemerintah Kabupaten Luwu dengan Bulog Cabang Palopo yang digelar pada 5 Juli 2025 lalu. Rapat tersebut bahkan dipimpin langsung oleh Bupati Luwu, Patahudding, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menanggapi krisis pangan ini.

“Kami sudah menanyakan langsung kepada pihak Bulog, dan mereka menyatakan siap menyalurkan beras ke pasar. Tapi mereka menunggu instruksi resmi dari Bulog Pusat,” lanjut Ruslang, menjelaskan dinamika yang terjadi di balik proses distribusi yang macet.

Sayangnya, hingga berita ini disusun, pihak Bulog Cabang Palopo belum memberikan keterangan resmi. Kepala Cabang, Hadir Alamsyah, yang dihubungi untuk dimintai klarifikasi, belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari awak media.

Fenomena kelangkaan beras ini dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas harga kebutuhan pokok lainnya. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pasokan kembali lancar dan harga kembali normal. Beberapa kalangan menyarankan agar Bulog melakukan operasi pasar darurat jika distribusi tak kunjung membaik dalam waktu dekat.

Di tengah kekhawatiran tersebut, warga dan pelaku usaha sembako berharap pemerintah pusat segera memberikan restu kepada Bulog Palopo untuk mendistribusikan beras yang kini menumpuk di gudang. Dengan belum adanya sinyal pelepasan dari pusat, situasi ini berpotensi semakin memperpanjang krisis pangan di tingkat lokal, khususnya menjelang musim tanam baru di beberapa wilayah Luwu.

Kisah Cinta dan Dakwah di Atas Vespa: Pasutri Sigi Tempuh Jalur Lintas Pulau Demi Hadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

04

Tim PKM PNUP Gelar Kegiatan Penerapan Teknologi di Kabupaten Sidrap

05

Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an

06

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

07

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement