Manyala.co – Setelah ditinggalkan Komjen (Purn) Ahmad Dofiri yang resmi pensiun pada awal Juni 2025, posisi Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) hingga kini masih belum terisi. Dalam menyikapi kekosongan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyiapkan sejumlah nama perwira tinggi (Pati) Polri yang dianggap layak dan memenuhi kriteria untuk menduduki jabatan strategis tersebut.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, kepada awak media, menyampaikan bahwa Kapolri tengah menyeleksi figur terbaik untuk disodorkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden, selaku pihak yang memiliki kewenangan dalam pengangkatan pejabat tinggi Polri.
“Nama-nama sudah disiapkan, tentunya yang dipertimbangkan adalah para perwira tinggi yang memiliki dedikasi, integritas, serta pengalaman panjang dalam memimpin dan mengelola organisasi,” ujar Irjen Sandi, Jumat (18/7/2025).
Komjen Ahmad Dofiri sendiri resmi melepas jabatannya dalam upacara penyerahan tugas dan tanggung jawab yang berlangsung pada Senin, 30 Juni 2025. Prosesi tersebut digelar dengan khidmat dan dipimpin langsung oleh Kapolri di Mabes Polri. Dalam kesempatan itu, kehadiran sejumlah petinggi Polri menambah nuansa penghormatan terhadap pengabdian Dofiri selama menjabat.
Tokoh-tokoh penting yang hadir dalam upacara tersebut antara lain Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, Irwasum Komjen Dedi Prasetyo, Kalemdiklat Komjen Chrysnanda Dwilaksana, Kabareskrim Komjen Wahyu Widada, Asops Kapolri Komjen Akhmad Wiyagus, dan Kabaharkam Komjen Fadil Imran. Selain para pejabat utama Mabes Polri, upacara ini juga turut dihadiri para pimpinan Bhayangkari, termasuk Ny. Juliati Sigit Prabowo dan Ny. Ning Imam Widodo.
Sebagai informasi, Komjen Ahmad Dofiri memasuki masa pensiun setelah genap berusia 58 tahun pada 4 Juni 2025. Pria kelahiran Tasikmalaya ini sebelumnya menjabat sebagai Irwasum dan Kabaintelkam Polri sebelum dipercaya menduduki kursi Wakapolri pada 13 November 2024. Dalam masa jabatannya yang relatif singkat, Dofiri dikenal mampu menjaga stabilitas internal Polri dengan pendekatan kepemimpinan yang tenang dan solutif.
Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menjadi Wakapolri berikutnya, sejumlah nama kuat dikabarkan masuk dalam radar seleksi. Mulai dari pejabat yang kini menjabat di jajaran utama seperti Kabareskrim, Kabaharkam, hingga Kalemdiklat, disebut-sebut sebagai kandidat potensial. Namun demikian, Irjen Sandi Nugroho meminta publik untuk bersabar dan tidak berspekulasi terlalu jauh.
“Begitu sudah ada keputusan dari Presiden, pasti akan kami umumkan secara resmi,” ujar Sandi menegaskan.
Pengisian posisi Wakapolri memang menjadi salah satu perhatian penting mengingat peran strategis jabatan tersebut dalam mendampingi Kapolri menjalankan roda organisasi Polri. Wakapolri memiliki tugas mengoordinasikan berbagai satuan kerja, serta memastikan bahwa kebijakan internal dan eksternal institusi berjalan secara sinergis dan efektif.
Di bawah pemerintahan baru Presiden Prabowo, ekspektasi terhadap jajaran Polri semakin besar, terutama dalam menghadirkan keamanan, penegakan hukum yang adil, dan transformasi kelembagaan. Karena itu, figur Wakapolri yang akan dipilih tidak hanya diukur dari sisi pengalaman teknis, tetapi juga kemampuan dalam membaca arah kebijakan nasional dan merespons dinamika sosial yang berkembang.
Dengan demikian, penantian terhadap siapa yang akan menjadi Wakapolri berikutnya bukan hanya sekadar soal suksesi jabatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Polri dalam memperkuat struktur kepemimpinan di tengah tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks.
































