Kisah Menyentuh ‘The Sleeping Prince’: Pangeran Saudi Al-Waleed bin Khalid Wafat Setelah 20 Tahun Koma

Kisah Menyentuh ‘The Sleeping Prince’: Pangeran Saudi Al-Waleed bin Khalid Wafat Setelah 20 Tahun Koma - Sleeping - Gambar 599
Pangeran Al-Waleed bin Khalid saat dirawat dalam keadaan koma. (dok. Twitter @Rima_Talal)

Manyala.co – Setelah dua dekade lamanya dalam kondisi koma, Pangeran Al-Waleed bin Khalid bin Talal dari Kerajaan Arab Saudi akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 19 Juli 2025. Dikenal luas oleh publik sebagai “The Sleeping Prince”, kepergiannya menggugah hati masyarakat di seluruh Timur Tengah dan dunia. Sosoknya menjadi simbol ketabahan, harapan, serta cinta keluarga yang tak tergoyahkan.

20 Tahun dalam Koma Akibat Kecelakaan Tragis

Perjalanan panjang dan tragis ini bermula pada tahun 2005. Saat itu, Pangeran Al-Waleed, yang kala itu baru berusia 18 tahun, mengalami kecelakaan mobil hebat yang menyebabkan cedera otak serius. Sejak kejadian tersebut, ia berada dalam kondisi koma vegetatif tanpa pernah benar-benar sadar. Meski tidak pernah bangun, ia terus menunjukkan tanda-tanda kehidupan biologis yang membuat keluarganya bertahan dalam harapan.

Respons Mengejutkan: Gerakan Jari yang Menghidupkan Harapan

Pada tahun 2015, sebuah video sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, Pangeran Al-Waleed terlihat menggerakkan jarinya secara spontan saat mendengar suara ibunya. Momen ini memberikan secercah harapan baru bahwa mungkin, kesadaran akan kembali menghampiri dirinya. Meskipun sejumlah pakar medis berpendapat bahwa itu hanyalah refleks saraf, namun bagi keluarga, itu adalah keajaiban kecil yang membesarkan hati.

LONTARA+ Kini Bisa Diakses via Website, Pemkot Makassar Perluas Jangkauan Layanan Digital

Kasih Sayang Tak Terbatas dari Ayah

Ayah sang pangeran, Pangeran Talal bin Abdulaziz Al Saud, selama bertahun-tahun menolak untuk menghentikan alat bantu kehidupan yang menopang putranya. Ia berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa mukjizat bisa saja terjadi. Tak jarang ia membagikan doa dan kata-kata harapan melalui akun media sosialnya. Dalam wawancaranya dengan sejumlah media seperti Gulf News, ia menegaskan bahwa cinta seorang ayah terhadap anaknya tak pernah pupus, tak peduli dalam keadaan seperti apapun.

Perawatan Intensif Selama Dua Dekade

Pangeran Al-Waleed menjalani perawatan di rumah sakit khusus dengan fasilitas medis mutakhir selama 20 tahun penuh. Menurut laporan Saudi Gazette, ruang perawatan tempat ia dirawat dilengkapi dengan teknologi neurologi tercanggih, serta diawasi oleh tim medis berpengalaman yang memantau kondisinya selama 24 jam nonstop. Terapi dan perawatan suportif diberikan secara intensif setiap hari sebagai bentuk dedikasi keluarga terhadap kemungkinan kesembuhan, sekecil apa pun peluangnya.

Pemakaman yang Penuh Duka dan Haru

Kuasai Fasum Sejak 1975, 16 PKL Pasar Cidu Makassar Direlokasi Demi Akses Lancar

Setelah wafat pada usia 38 tahun, jenazah sang pangeran dimakamkan di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh. Prosesi pemakaman tersebut dihadiri oleh banyak anggota keluarga kerajaan, kerabat, dan masyarakat umum yang selama ini mengikuti perkembangan kondisinya. Suasana penuh haru menyelimuti pemakaman, seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera, memperlihatkan betapa dalamnya duka yang dirasakan banyak orang atas kepergiannya.

Simbol Cinta dan Keteladanan Keluarga Kerajaan

Bagi banyak orang di Arab Saudi, kisah hidup Pangeran Al-Waleed bukan hanya tentang perjuangan melawan koma, tetapi juga tentang bagaimana keluarga kerajaan menunjukkan cinta tanpa syarat terhadap salah satu anggotanya. Mereka melihat dedikasi keluarga Talal sebagai cerminan nilai-nilai kekeluargaan dan kesetiaan yang luhur. BBC Arabic mencatat bahwa setelah wafatnya sang pangeran, jutaan ucapan belasungkawa membanjiri media sosial, memuji kekuatan cinta dan ketabahan keluarga yang luar biasa ini.

Julukan “The Sleeping Prince” yang Melekat di Hati Publik

Julukan “The Sleeping Prince” bukan sekadar simbol medis, melainkan gelar penuh makna yang diberikan oleh publik dan media di Timur Tengah. Selama dua dekade, kisahnya menjadi sorotan dan menjadi bahan renungan spiritual banyak orang. Doa demi doa terus mengalir setiap tahun dari rakyat Saudi maupun masyarakat internasional, menunjukkan bahwa kisahnya telah melampaui batas-batas istana dan menyentuh kehidupan masyarakat luas.

Wali Kota Munafri: Ekonomi Sirkular Bergerak di Makassar, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi

Pangeran Al-Waleed bin Khalid bin Talal kini telah pergi, namun kisah perjuangannya dan cinta keluarganya akan selalu dikenang sebagai warisan emosional yang kuat dari Kerajaan Arab Saudi. Ia bukan hanya pangeran dalam arti politik, tapi juga pangeran dalam hati banyak orang yang percaya akan kekuatan cinta dan harapan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Kartika Sandra Desi Tinjau Bulog, Pastikan Pangan Tetap Aman

02

Muhammad Rahul Apresiasi Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba di Rokan Hilir

03

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

04

HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global

05

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Percepatan Program Nasional

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement