Aksi 217 Pecah di Jakarta: 50 Ribu Ojol Mogok Massal, Kritik Pemerintah Kian Tajam

Aksi 217 Pecah di Jakarta: 50 Ribu Ojol Mogok Massal, Kritik Pemerintah Kian Tajam - Aksi - Gambar 581
Aksi 50 Ribu Ojol Mogok Massal, Kritik Pemerintah Kian Tajam. (dok. AI).

Manyala.co – Jakarta kembali dipadati massa demonstran, Senin pagi (21/7/2025), ketika puluhan ribu pengemudi ojek online (ojol), taksi daring, dan kurir digital berkumpul di depan Istana Negara. Aksi yang dikenal sebagai “Aksi 217” ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Lebih dari 50 ribu mitra aplikasi transportasi online dari berbagai daerah memutuskan untuk menghentikan operasional mereka hari ini sebagai bentuk protes besar-besaran.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap layanan transportasi dan pengiriman barang berbasis aplikasi. Masyarakat pengguna pun diminta untuk bersiap dengan keterbatasan akses layanan selama aksi berlangsung, termasuk potensi kenaikan tarif secara otomatis akibat kurangnya armada di lapangan.

Koordinator lapangan sekaligus Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menyatakan bahwa demonstrasi kali ini merupakan akumulasi dari rasa kecewa dan frustrasi yang mendalam terhadap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perhubungan. Igun menganggap respons pemerintah selama ini tidak cukup serius dan bahkan kontra-produktif terhadap kondisi kerja para pengemudi online.

Salah satu kebijakan yang menjadi pemantik kemarahan adalah keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif ojek online hingga 15 persen. Alih-alih menguntungkan mitra pengemudi, kenaikan tarif tersebut dianggap hanya memperkaya pihak aplikator dan menekan kesejahteraan driver melalui berbagai skema potongan dan sistem insentif yang tidak transparan.

“Presiden Prabowo diam terhadap tuntutan kami sebelumnya. Bahkan Menhub malah menyetujui kenaikan tarif yang tidak kami minta. Ini bukan solusi, ini penindasan,” ungkap Igun dalam pernyataan tertulisnya.

Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Ujung Tanah, Utamakan Dialog dan Solusi

Dalam aksi yang disebut bakal lebih besar dibandingkan demonstrasi sebelumnya, para pengemudi menyuarakan lima tuntutan utama, yang menjadi dasar dari kemarahan kolektif mereka:

  1. Mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi khusus dalam bentuk Undang-Undang atau Perppu terkait transportasi daring.
  2. Mendorong sistem pembagian pendapatan yang adil dengan komposisi 90 persen untuk pengemudi dan 10 persen untuk aplikator.
  3. Menuntut pemerintah membuat aturan tarif resmi untuk pengantaran barang dan makanan.
  4. Melakukan audit investigatif terhadap semua perusahaan aplikator guna mengungkap dugaan penyalahgunaan sistem dan pengelolaan yang merugikan mitra.
  5. Menghapus berbagai sistem manipulatif seperti aceng, slot, hub, multi order, member, dan sistem pemisahan (pengkotak-kotakan). Semua mitra driver reguler diminta untuk dikembalikan ke sistem awal tanpa diskriminasi.

Kemarahan para pengemudi online ini tidak lepas dari tekanan ekonomi yang mereka rasakan akibat beban kerja tinggi dan pendapatan yang dianggap tidak sepadan. Selain itu, sistem kerja yang semakin kompleks dan algoritma yang dinilai tidak adil memperparah ketimpangan antara aplikator dan mitra.

Igun juga menyampaikan bahwa pihaknya merasa kecewa dengan sikap Kementerian Perhubungan yang dianggap lalai dan abai terhadap keresahan para pengemudi sejak aksi-aksi sebelumnya di bulan Mei dan Juni 2025. Aksi 217 ini, menurutnya, menjadi bentuk ultimatum langsung kepada Presiden.

“Bila tidak ada tindakan konkret dari Presiden dan Menteri Perhubungan, maka Aksi 217 bukan akhir. Kami siap turun secara bergelombang, dari Sabang hingga Merauke, mulai Agustus sampai akhir tahun. Akan ada gerakan nasional mitra daring lintas kota dan aliansi,” tegasnya.

Sebagai antisipasi terhadap keramaian aksi ini, aparat keamanan telah menurunkan sebanyak 1.632 personel gabungan untuk mengawal jalannya demonstrasi agar tetap kondusif. Penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas juga diberlakukan di sejumlah ruas sekitar Istana Merdeka.

Munas dan HBH 2026 IKA Teknik Mesin Unhas, Jusman Sikki Kembali Jabat Ketua

Dari sisi masyarakat, sebagian menunjukkan simpati atas perjuangan para pengemudi online. Namun, ada pula yang mengeluhkan gangguan layanan transportasi dan logistik sehari-hari. Muncul juga kekhawatiran mengenai potensi bentrokan jika aksi terus berlanjut di berbagai daerah tanpa pengaturan yang jelas.

Demo besar ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa sistem transportasi online di Indonesia memerlukan perhatian serius dari negara. Seiring makin kompleksnya ekosistem layanan daring, kejelasan aturan, keadilan sistem kerja, dan transparansi pendapatan menjadi tuntutan utama yang tak bisa diabaikan lagi oleh para pembuat kebijakan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom