Manyala.co – Perjalanan karier bek muda Sulthan Zaky bersama PSM Makassar memasuki babak baru. Pemain jebolan Akademi Juku Eja tersebut dipastikan akan menjalani masa peminjaman ke klub Kamboja, MOI Kompong Dewa Football Club, hingga akhir musim kompetisi 2025/2026. Kepastian ini diumumkan secara resmi oleh pihak klub pada bursa transfer musim ini dalam kompetisi BRI Liga 1.
Langkah ini merupakan keputusan strategis dari manajemen PSM Makassar untuk memberi Zaky jam terbang lebih banyak yang selama ini belum banyak ia dapatkan. Sejak dipromosikan ke tim utama pada musim 2022/2023, pemain yang juga sepupu dari Asnawi Mangkualam itu baru mencatatkan empat kali penampilan bersama tim senior. Minimnya menit bermain ini menjadi pertimbangan utama bagi pelatih Bernardo Tavares dan tim kepelatihan untuk mengirim Zaky ke luar negeri guna mendapatkan tantangan baru serta ruang pengembangan lebih luas.
Dalam keterangannya, pihak manajemen menyampaikan harapan besar atas peminjaman ini. “Semoga Sulthan Zaky bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi positif selama masa peminjamannya. Ewako!” tulis klub dalam pernyataan resmi. Zaky yang merupakan bek tengah Timnas U-20 Indonesia ini sejatinya juga memiliki kemampuan bermain di posisi gelandang bertahan, sebuah fleksibilitas yang diyakini akan menjadi nilai tambah dalam masa petualangannya di kompetisi luar negeri.
Zaky sendiri telah menyampaikan pesan perpisahan kepada tim dan para pendukungnya lewat unggahan di media sosial. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala bentuk dukungan sejak ia berada di akademi hingga menembus skuad utama. “Saya akan merindukan seluruh dukungan yang saya terima selama ini di PSM Makassar. Kalian semua akan selalu saya kenang,” tulis Zaky dalam pesan emosionalnya.
Lebih lanjut, pemain berusia muda itu juga menegaskan bahwa kepergiannya bukan karena alasan negatif, melainkan semata-mata untuk pengembangan karier profesionalnya. Ia menyatakan telah siap menghadapi fase baru di luar negeri dan ingin membuktikan diri mampu bersaing di kompetisi yang berbeda. “Saya sangat menghargai semua kesempatan yang saya dapatkan di sini. Kini saatnya melangkah ke fase selanjutnya demi karier saya. Terima kasih atas bekal keterampilan dan keberanian yang telah diberikan. Sampai jumpa lagi,” ujarnya menutup pernyataan.
Kepindahan Sulthan Zaky ke MOI Kompong Dewa FC juga mendapat perhatian dari kalangan pendukung PSM yang berharap sang pemain bisa kembali ke Makassar sebagai sosok yang lebih matang dan siap bersaing di level tertinggi. Sementara itu, Bernardo Tavares menyebut bahwa pengalaman internasional seperti ini sangat penting untuk bek muda sepertinya. “Kami ingin Zaky berkembang, dan ini adalah bagian dari proses itu,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.
Dengan kepergian Zaky, PSM Makassar dipastikan akan sedikit menyesuaikan komposisi pemain di lini belakang. Namun, manajemen optimistis bahwa pengalaman bermain di luar negeri akan memberikan Zaky mentalitas serta kualitas yang berbeda ketika kembali ke Indonesia.
Langkah ini juga mencerminkan tren baru di dunia sepak bola nasional, di mana semakin banyak pemain muda Indonesia yang mulai mencoba peruntungan di liga-liga Asia Tenggara lainnya sebagai bagian dari jalur pengembangan karier yang lebih luas. Bagi Zaky, ini adalah kesempatan emas yang tidak hanya akan membentuk dirinya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi yang tangguh menghadapi berbagai tantangan di luar zona nyaman.































