Fenomena Bendera One Piece di HUT RI ke-80: Antara Kreativitas Anak Muda dan Pentingnya Menjaga Kehormatan Merah Putih

Fenomena Bendera One Piece di HUT RI ke-80: Antara Kreativitas Anak Muda dan Pentingnya Menjaga Kehormatan Merah Putih - Bendera - Gambar 361
Koordinator Media Fraksi Gerindra DPR RI, Djodi Ridder Putra.

Manyala.co – Dalam momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, berbagai bentuk ekspresi semangat kemerdekaan muncul dari berbagai kalangan masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk perayaan itu, muncul fenomena unik yang mencuri perhatian: pengibaran bendera Jolly Roger, simbol bajak laut dalam serial anime populer One Piece, oleh sejumlah anak muda di berbagai daerah.

Fenomena ini menimbulkan berbagai tanggapan dari publik. Sebagian pihak mengapresiasi tindakan tersebut sebagai bentuk penyaluran kreativitas dan keterlibatan budaya populer dalam momen nasional. Namun, tak sedikit pula yang menilai bahwa tindakan itu tidak sesuai dengan nuansa sakral kemerdekaan dan bisa dianggap tidak menghormati simbol negara.

Di tengah perdebatan ini, muncul seruan untuk melihat persoalan ini secara lebih jernih dan proporsional. Sebab, budaya populer seperti anime sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda Indonesia. Dalam konteks ini, simbol Jolly Roger yang digunakan oleh kelompok Topi Jerami di One Piece tidak semata-mata menggambarkan bajak laut dalam arti kriminal, tetapi mencerminkan nilai-nilai persahabatan, keberanian, perjuangan, dan solidaritas—nilai-nilai yang juga sejatinya menjadi semangat kemerdekaan itu sendiri.

Koordinator Media Fraksi Gerindra DPR RI, Djodi Ridder Putra, memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Ia menegaskan bahwa sebagai sesama penggemar One Piece atau yang akrab disebut “nakama” ia memahami semangat di balik pengibaran bendera tersebut bukanlah bentuk anti-patriotisme.

“Sebagai penggemar One Piece, saya bisa memahami bahwa anak muda tidak sedang menolak nasionalisme, tapi justru mengekspresikan nilai-nilai yang mereka pelajari dari cerita favorit mereka. Tapi tentu saja, kebebasan berekspresi ini tetap harus berada dalam koridor yang menghormati simbol negara kita,” ujar Djodi.

Instruksi Wali Kota Makassar: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

Ia mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, ditegaskan bahwa Bendera Merah Putih adalah simbol utama negara yang wajib dikibarkan di tempat tertinggi. Dengan kata lain, bendera budaya populer atau simbol komunitas lainnya boleh saja digunakan selama tidak ditempatkan lebih tinggi atau dalam posisi yang merendahkan bendera negara.

Djodi juga menekankan perlunya pendekatan edukatif ketimbang represif dalam menyikapi fenomena semacam ini. Ia menyarankan agar para pemangku kepentingan tidak langsung menyalahkan atau menyudutkan anak muda atas ekspresi mereka yang mungkin tampak tak lazim. Baginya, tindakan koreksi seharusnya dilakukan dengan cara yang tepat melalui dialog, pemahaman, dan pendekatan kultural yang lebih inklusif.

“Anak muda kita bukan kekurangan rasa cinta tanah air, mereka hanya mengekspresikannya dengan gaya mereka sendiri. Kalau memang ada kekeliruan, mari kita luruskan bersama. Bukan dengan menekan, tapi dengan membimbing,” jelasnya.

Meski demikian, Djodi tetap mengajak masyarakat untuk menempatkan Merah Putih sebagai fokus utama dalam merayakan Hari Kemerdekaan. Ia mengingatkan bahwa meskipun ada ruang untuk kreativitas, semangat nasionalisme harus tetap diwujudkan dalam bentuk nyata seperti pengibaran bendera negara di setiap rumah, gang, sekolah, dan kantor.

“Menjadi kreatif boleh, merayakan dengan semangat muda juga boleh, tapi jangan lupakan bahwa Merah Putih adalah pusat dari semua perayaan ini,” tambahnya.

Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani

Ungkapan yang dikutip dari tokoh utama One Piece, Monkey D. Luffy, seolah mewakili semangat sebagian generasi muda saat ini: “Kalau kita tidak melindungi kebebasan teman-teman kita… maka lebih baik kita mati saja!” Kutipan tersebut dianggap oleh sebagian kalangan sebagai representasi dari nilai kebebasan dan keberanian yang sangat dekat dengan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Akhirnya, fenomena ini menjadi refleksi penting bagi kita semua, bahwa budaya populer memiliki kekuatan untuk menjembatani nilai-nilai tradisional dan semangat zaman. Tugas bersama kita adalah memastikan bahwa semangat itu tidak berbenturan dengan nilai-nilai kebangsaan, melainkan berjalan beriringan.

Merayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda tidak serta-merta berarti tidak menghormati sejarah. Namun, kebebasan itu juga harus dibingkai dengan rasa tanggung jawab terhadap simbol-simbol yang telah diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Di tengah lautan kreativitas anak muda, Merah Putih tetap harus berdiri sebagai layar utama yang memandu arah perjalanan bangsa ini.

Komdigi Apresiasi Wali Kota Munafri, MCH Nabuka Nusantara Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Makassar

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement