Prabowo Gertak BUMN: Tantiem Dihapus, Komisaris Dipangkas, Wamen Jadi Pengawas

Prabowo Gertak BUMN: Tantiem Dihapus, Komisaris Dipangkas, Wamen Jadi Pengawas - Prabowo - Gambar 174
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga/app/rwa. (ANTARA FOTO / RIVAN AWAL LINGGA)

Manyala.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan sikap tegasnya terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pidato kenegaraan perdananya di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2025.

Di hadapan para anggota parlemen, Jumat (15/8), Prabowo melontarkan kritik keras terhadap pola pengelolaan BUMN yang menurutnya tidak masuk akal. Ia menyoroti fakta bahwa sejumlah perusahaan milik negara masih saja merugi, tetapi direksi dan komisaris justru menikmati berbagai fasilitas, termasuk tantiem dengan nilai yang fantastis.

“Saudara-saudara, masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tapi menerima tantiem Rp 40 miliar setahun,” ujar Prabowo dengan nada tinggi, memancing riuh tepuk tangan dari para anggota dewan yang hadir.

Tantiem dihapus, komisaris dipangkas

Tantiem atau bonus tahunan bagi direksi dan komisaris BUMN, menurut aturan sebelumnya, masih bisa diberikan meski perusahaan mengalami kerugian. Atas dasar itulah, Prabowo memutuskan untuk menghapus klausul tersebut.

Ia menegaskan bahwa hanya BUMN dengan keuntungan riil dan terbukti yang berhak memberi penghargaan kepada manajemen. “Kalau perusahaan rugi, jangan ada bonus. Untung pun harus untung yang nyata, bukan akal-akalan,” tegasnya.

Kanwil Kemenkum Sumsel Ikuti Sosialisasi Tata Kelola Kebijakan Publik

Selain menghapus tantiem, Prabowo juga memangkas jumlah komisaris di BUMN. Ia menilai susunan komisaris yang terlalu gemuk hanya menambah beban negara. “Setengah dari jumlah komisaris saya kurangi. Paling banyak enam orang, kalau bisa empat atau lima saja,” kata mantan Menteri Pertahanan itu.

Ia bahkan menantang langsung para direksi maupun komisaris yang keberatan atas aturan baru ini untuk mengundurkan diri. “Kalau tidak setuju, silakan berhenti. Banyak anak muda yang siap menggantikan dengan kemampuan yang tidak kalah,” ujarnya.

Potensi hemat Rp 18 triliun

Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, penghapusan tantiem dan pengurangan jumlah komisaris bisa menghemat anggaran negara hingga Rp 18 triliun.

“Kalau saya tidak salah, nilai penghematan dari kebijakan ini ada di kisaran Rp 17 sampai Rp 18 triliun. Itu angka yang sangat besar untuk efisiensi,” kata Dasco. Ia menambahkan bahwa langkah ini bukan hanya soal penghematan, tetapi juga soal perbaikan tata kelola BUMN yang sudah lama dikritik karena boros dan tidak efektif.

Wamen jadi “CCTV” BUMN

Tidak berhenti di situ, Prabowo juga membuat gebrakan lain dengan menempatkan 30 wakil menteri sebagai komisaris di berbagai BUMN. Namun, berbeda dengan pola lama, para wamen ini tidak mendapatkan tantiem atau bonus tambahan. Mereka ditugaskan khusus untuk menjadi pengawas yang langsung mewakili pemerintah pusat.

Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter untuk Kantor Badan Islam

Dasco menggambarkan peran para wakil menteri ini sebagai “CCTV” Prabowo dalam memantau jalannya BUMN yang selama ini sering merugi. “Mereka bukan sekadar komisaris untuk gaya-gayaan, melainkan diperintahkan Presiden untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah,” jelasnya.

Daftar lengkap wamen-komisaris

Penempatan wamen sebagai komisaris mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi, keuangan, transportasi, hingga pertanian. Beberapa nama yang menonjol antara lain:

  • Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian, ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero).
  • Helvy Yuni Moraza, Wakil Menteri UMKM, menjadi Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  • Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan, menduduki kursi Komisaris PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.
  • Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menjadi Komisaris PT Citilink Indonesia.
  • Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, dipercaya sebagai Komisaris Utama Telkomsel.

Selain itu, sejumlah tokoh lain seperti Fahri Hamzah (Wamen Perumahan), Ahmad Riza Patria (Wamen Desa dan PDT), hingga Arif Havas Oegroseno (Wamen Luar Negeri) juga masuk dalam jajaran komisaris di BUMN besar.

Pesan Prabowo: Indonesia harus berpikir besar

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan untuk mencari sensasi, tetapi sebagai bagian dari upaya serius membenahi keuangan negara. Ia ingin agar BUMN yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi nasional benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, bukan malah menjadi beban.

“Kita harus berpikir besar karena Indonesia adalah bangsa besar. Jangan sampai kita membiarkan uang rakyat digunakan untuk hal yang tidak masuk akal,” pungkasnya.

Gerindra di Usia 18 Tahun Tegaskan Perjuangan Belum Usai

Dengan langkah berani ini, publik kini menunggu apakah gebrakan Prabowo mampu mengefisienkan BUMN sekaligus meningkatkan kinerjanya. Atau justru akan memicu perlawanan dari kelompok yang selama ini menikmati privilese dari sistem lama.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom