Catatan Singkat HUT RI Ke 80 : Makna kemerdekaan dibalik Seragam Sekolah Gratis

Catatan Singkat HUT RI Ke 80 : Makna kemerdekaan dibalik Seragam Sekolah Gratis - kemerdekaan,HUR RI - Gambar 161

Oleh: Taqwa Bahar (Wakil Ketua Pemuda ICMI Sulsel)

Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya memiliki makna yang tersirat dari sejarah perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah dari Indonesia.

Baik itu sejarah yang tercatat dalam berbagai literatur maupun sejarah yang dikisahkan lewat sumber-sumber informal seperti cerita orang tua yang menyaksikan bagaimana masa sulitnya ketika berhadapan dengan penjajah.

Kilas balik dari sejarah kemerdekaan Indonesia yang cukup panjang ini, banyak mengisyaratkan tentang berbagai tantangan dimana sebelumnya bangsa ini dijajah selama bertahun tahun. Sebelum proklamasi terjadi, terdapat banyak peristiwa penting yang melatarbelakanginya.

Pada Bulan Agustus ini, Indonesia merayakan hari ulangtahunnya yang ke-80 Artinya, sudah 80 tahun Indonesia merdeka.

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

Kemerdekaan Indonesia sendiri tak datang tiba-tiba. Kemerdekaan yang dinikmati dan dirasakan saat ini diperoleh dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan di dalam mengusir penjajah, dengan bermodalkan semangat nasionalisme dibaluti rasa persatuan penjajah pun menyerah dan mengakui kedaulatan NKRI. Semua juga  berkat ikhtiar dan doa yang terus-menerus dipanjatkan oleh para pejuang.

Kemerdekaan tentu memiliki makna yang luas bagi masyarakat Indonesia. Dari rentetan sejarah tersebut disematkan kisah heroik para pahlawan ke dalam buku-buku pelajaran sekolah, dan juga dijelaskan  tentang berbagai peristiwa penting yang melatarbelakangi kemerdekaan Indonesia. Dimulai dari Peristiwa Rengasdengklok hingga pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno-Hatta.

Dalam perjalanan kehidupan berbangsa pasca kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945  masih  terjadi berbagai peristiwa dari masa ke masa hingga perubahan arah pembangunan dan tujuan bernegara dari rezim orde lama ke orde baru kemudian masuk ke rezim reformasi.

Reformasi yang diawali dengan pergantian sistem politik dan pemerintahan mengalami banyak tantangan bahkan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat yang menderita akibat gejolak ekonomi dan politik saat itu. Kebijakan yang dinilai sebagai keputusan politik terus diwarnai oleh kepentingan partai politik, dan bahkan diawal reformasi, pemilihan umum secara langsung diselenggarakan memantik munculnya banyak partai politik dengan menggunakan flatform gerakan yang berbeda-beda untuk agenda meraih kekuasaan. Seiring dengan dinamika yang terjadi pasca reformasi maka perubahan sistem politik dan pemerintahan terintegrasi dalam aturan perundang-undangan yang memberikan kesempatan kepada kepemimpinan di daerah untuk menjalankan serta mengelola pemerintahannya sendiri (otonomi daerah).

Dengan demikian maka setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah harus disinkronkan berdasarkan pada kebutuhan masyarakat.

Entrepreneurial Banking: Dari Intermediasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi

Sebagaimana yang tertera di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 1:

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, kemudian dipertegas juga dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke 2,

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dari kedua poin tersebut dimaksudkan antara lain hak untuk merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Artinya bahwa Rakyat Indonesia menitipkan harapan besar kepada para pemimpinnya agar setiap problem sosial, ekonomi, politik dan hukum dapat memberi dampak kesejahteraan kepada masyarakat.

Sebagai contoh kecil, program pembagian seragam sekolah gratis untuk siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Makassar baru-baru ini, Sebuah terobosan baru kebijakan yang dibaluti dengan rasa kepedulian pemerintah terhadap warganya. Darisini dapat dilihat bagaimana kemerdekaan itu diwujudkan melalui kebijakan yang pro rakyat, berpihak pada kaum yang lemah sehingga masyarakat dapat merasakan merdeka dimulai dari lingkup yang kecil. Memang tidak seberapa harga baju seragam sekolah dimata orang yang mampu secara materi, namun bagi mereka yang kehidupannya pas-pasan dan kategori miskin sesungguhnya merasakan dampaknya secara ekonomi, mengurangi sedikit beban biaya hidup sehari-hari.

Pasar Malam BTP Bikin Resah, Tokoh Pemuda Desak Kegiatan 25 September Dibatalkan

Dengan program seragam sekolah gratis ini juga pemerintah telah mendorong terciptanya kesetaraan dan keseragaman di dalam dunia pendidikan, sudah tak ada lagi gep antar sekolah, siswa, dan guru dalam persoalan baju seragam. Maka dari itu Pemerintah Kota Makassar telah mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa serta menjalankan amanat dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, dan juga telah memuliakan warganya.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Makassar Munafri Rawat Kebersamaan dengan Pemuda Lintas OKP

02

Kebakaran Melonjak, Petugas Damkarmat Makassar Siaga Siang hingga Dini Hari

03

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 Lokasi Target Tampung 122.000 Siswa

04

Wali Kota Munafri Dukung Program Prioritas Presiden, Makassar Jadi Percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga

05

Danantara Perkuat Kampung Haji Indonesia, 11 Menara Baru Dibangun di Makkah

06

Dua Calon Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Enrekang Lolos Seleksi, UKK Digelar di Unhas

07

Wali Kota Makassar Munafri Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun

08

PERSEJASI Tallo Harumkan Nama Kecamatan, Raih Dua Medali di FORKOT KORMI Makassar 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement