Tragedi Raya di Sukabumi: Cacingan, Kematian Balita, dan Alarm Kesehatan Anak Indonesia

Tragedi Raya di Sukabumi: Cacingan, Kematian Balita, dan Alarm Kesehatan Anak Indonesia - Raya - Gambar 33
Tragedi Raya di Sukabumi: Cacingan, Kematian Balita, dan Alarm Kesehatan Anak Indonesia.

Manyala.co – Sebuah peristiwa memilukan datang dari Jawa Barat. Seorang balita bernama Raya meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) dengan berat total mencapai satu kilogram. Kasus ini menimbulkan gelombang keprihatinan mendalam, terutama setelah video kondisi terakhir sang anak beredar luas di media sosial, memperlihatkan cacing-cacing yang keluar dari mulut, hidung, hingga anus. Banyak yang tidak percaya bahwa kejadian seperti ini masih bisa terjadi di era modern ketika akses informasi kesehatan begitu terbuka.

Peristiwa ini bukan sekadar duka bagi keluarga, melainkan juga tamparan keras bagi sistem kesehatan nasional. Dalam konteks kesehatan preventif, kasus cacingan pada anak-anak sebenarnya termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan langkah sederhana: sanitasi yang memadai, kebiasaan hidup bersih, serta pemberian obat cacing secara rutin. Namun kenyataannya, lemahnya penerapan pola pencegahan di masyarakat membuat kasus yang seharusnya bisa ditangani sejak dini ini justru berujung pada kematian.

Kematian Raya seakan menjadi simbol kegagalan kolektif. Di satu sisi, negara telah menyediakan berbagai program kesehatan masyarakat, namun di sisi lain, penetrasi edukasi, pengawasan, serta kesadaran publik masih jauh dari optimal. Bayangkan, di abad ke-21 ketika inovasi medis terus berkembang, masih ada anak Indonesia yang meninggal karena cacingan sebuah penyakit yang identik dengan kemiskinan, lingkungan tidak sehat, dan keterbatasan akses sanitasi.

Fenomena ini juga membuka mata banyak pihak bahwa permasalahan kesehatan anak di Indonesia tidak cukup hanya diselesaikan dengan pengobatan. Upaya pencegahan harus menjadi garda terdepan. Penguatan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, memastikan air bersih tersedia, hingga melaksanakan program pemberian obat cacing massal secara teratur harus benar-benar ditegakkan.

Pakar kesehatan anak berulang kali mengingatkan bahwa cacingan bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak. Infeksi berat dapat menyebabkan anemia, malnutrisi, bahkan komplikasi serius yang berujung pada kematian, seperti yang menimpa Raya. Sayangnya, peringatan-peringatan semacam ini sering kali kalah oleh rendahnya kesadaran masyarakat, minimnya akses terhadap layanan kesehatan dasar di daerah terpencil, serta ketidakteraturan program pencegahan yang seharusnya berkelanjutan.

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

Kematian Raya menyisakan pertanyaan besar: sudah sejauh mana sistem kesehatan kita memberikan perlindungan kepada anak-anak Indonesia dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah sejak dini? Tragedi ini semestinya menjadi momentum refleksi nasional bahwa kesehatan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga negara, masyarakat, dan semua pihak yang berkepentingan terhadap masa depan generasi muda.

Raya memang telah tiada, namun kisahnya seharusnya tidak berhenti sebagai kabar duka. Peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal sanitasi, kesehatan preventif, dan edukasi publik. Jangan sampai ada anak lain yang harus mengalami nasib serupa hanya karena kelalaian dalam menjaga kesehatan dasar.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom