Duka Mendalam dan Kekhawatiran Publik atas Kebakaran DPRD Makassar
Makassar, Manyala.co – Kebakaran hebat melanda Kantor DPRD Kota Makassar, Jumat malam (29/8/2025) sekitar pukul 21.10 WITA. Api berkobar cepat dan melahap hampir seluruh bangunan dewan di Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, serta membakar puluhan kendaraan yang terparkir di lokasi.
Kobaran api disertai asap tebal membuat suasana panik. Pegawai dan warga berusaha menyelamatkan diri, sementara teriakan massa aksi, suara letupan dari kendaraan dan material terbakar menambah mencekam situasi. Belasan unit pemadam kebakaran bersama BPBD, Satpol-PP, Dinas Kesehatan, hingga relawan SAR diturunkan, namun api baru dapat dijinakkan setelah berjam-jam.
Berikut daftar korban kebakaran Kantor DPRD Makassar akibat aksi massa:
Berdasarkan laporan tim asesmen BPBD Kota Makassar dan data rumah sakit rujukan, tercatat 10 korban dalam peristiwa ini, terdiri atas empat orang meninggal dunia, empat luka berat, dan tiga luka ringan.
Korban meninggal dunia (3 orang):
- Akbar Basri (27) – Staf Humas DPRD, meninggal di TKP, dibawa ke RS Bayangkara
- Saiful Akbar (43) – Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, meninggal di RS Grestelina
- Sarinawati – Staf DPRD, meninggal di TKP, dibawa ke RS Bayangkara
Korban luka berat (4 orang):
- Agus – Anggota Satpol-PP, luka robek pada kaki (RS Grestelina)
- Sahabuddin – Ajudan Wakil Ketua DPRD, patah tulang pinggul (RS Grestelina)
- Heriyanto – Cleaning service DPRD, cedera berat dada dan kepala (RS Grestelina)
- Budi H.S. – Anggota Satpol-PP, Mengalami trauma kapitis berat/cedera kepala serius (RS Primaya)
Korban luka ringan/sedang (3 orang):
- Arief – Sopir Wakil Ketua DPRD, retak tulang kaki (RS Grestelina)
- Satria Pratama – Luka robek di mata kaki kiri akibat benda tajam (RSI Faisal)
- Agung – Mengalami trauma, dirawat dengan paraplegia (RS Hermina)
Kerugian Material
Selain korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian material cukup besar. Sebanyak 67 mobil dan 15 sepeda motor hangus terbakar. Hampir seluruh bagian gedung DPRD Kota Makassar porak-poranda, termasuk plafon, ruang kerja, fasilitas kantor, hingga dokumen penting yang diduga ikut musnah.
Kerugian yang ditanggung DPRD Makassar diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah akibat aksi anarkis massa yang membakar gedung DPRD.Menurut Yuli Rachmat dari Tim Assesment DPRD Makassar, berdasarkan kaji cepat yang dilakukan, total kerugian diprediksi mencapai Rp 253,4 miliar, mencakup kerusakan gedung serta kendaraan yang ikut terbakar.
“Berdasarkan pengamatan di lapangan, total kerugian sementara mencapai Rp 253,4 miliar,” ujarnya pada Sabtu (30/8/2025).
Penyelidikan dan Tindak Lanjut
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim gabungan tengah menelusuri kemungkinan adanya kelalaian atau faktor lain yang mempercepat penyebaran api.
Pemerintah Kota Makassar bersama BPBD menyiapkan langkah pemulihan, mulai dari pendataan korban, pemberian bantuan logistik, layanan medis, hingga program trauma healing bagi pegawai maupun keluarga korban.
Kebakaran tragis ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga korban sekaligus menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan fasilitas publik di Makassar dan kinerja aparat keamanan.
































