Manyala.co – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menambah satu posisi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) untuk memperkuat fungsi koordinasi dan percepatan pembangunan di daerah. Langkah tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Menurut Prasetyo, keputusan ini diambil untuk memastikan pembinaan dan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia berjalan lancar. “Maka Bapak Presiden merasa perlu memberikan tambahan kekuatan di Kementerian Dalam Negeri dengan mengangkat satu Wakil Menteri Dalam Negeri,” ujar Prasetyo, dikutip dari Antaranews.
Ia menambahkan, dengan luas wilayah Indonesia yang mencakup 514 kabupaten dan 38 provinsi, peran Kemendagri menjadi krusial dalam menjaga sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah. Penambahan posisi Wamendagri diharapkan mempercepat proses pengawasan, pendampingan, serta implementasi program pembangunan daerah.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri di Istana Negara pada hari yang sama. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32/M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Tahun 2024–2029.
Keputusan itu dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nunik Purwan. Dengan pengangkatan tersebut, kini Kementerian Dalam Negeri memiliki tiga wakil menteri, setelah sebelumnya dua posisi diisi oleh Bima Arya Sugiarto dan Ribka Haluk.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai tambahan posisi Wamendagri akan memperkuat kinerja kementerian dalam menjalankan fungsi pemerintahan daerah. Ia menyebut langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo untuk memastikan birokrasi daerah bekerja lebih efektif, terutama dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.
Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus yang dilantik sebagai Wamendagri merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 23 September 1967. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1989 ini meraih gelar Doktor Hukum dari Universitas Trisakti.
Sebelum memasuki dunia birokrasi, Wiyagus menempati sejumlah jabatan strategis di kepolisian, antara lain sebagai Kapolda Gorontalo, Kapolda Lampung, Asisten Utama Kapolri, serta Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.
Kinerja dan integritasnya diakui publik setelah menerima Hoegeng Awards 2022 untuk kategori Polisi Berintegritas, berkat kiprahnya dalam pemberantasan korupsi saat menjabat Kapolda Gorontalo. Selain di institusi kepolisian, ia juga pernah bertugas sebagai Direktur Pengamanan dan Penegakan Hukum di Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).
Dengan latar belakang hukum dan pengalaman panjang di bidang penegakan hukum serta tata kelola pemerintahan, Akhmad Wiyagus diharapkan mampu memperkuat pengawasan internal dan koordinasi lintas daerah.
Penambahan wakil menteri di Kemendagri ini juga mencerminkan fokus pemerintahan Prabowo terhadap efisiensi birokrasi dan pemerataan pembangunan. Sejak awal masa jabatannya, Prabowo menegaskan komitmen untuk mempercepat pembangunan di wilayah terluar dan memperkuat otonomi daerah dalam kerangka negara kesatuan.
Hingga Rabu malam, belum ada keterangan tambahan dari pihak Istana mengenai pembagian tugas spesifik antara tiga wakil menteri tersebut. Namun, sumber di lingkungan Kemendagri menyebut struktur baru ini akan memperkuat sinergi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam waktu dekat.
































