Makassar, Manyala.co – PSM Makassar melakukan evaluasi menyeluruh setelah kekalahan dari Arema FC, menjelang laga lanjutan Super League 2025/2026 melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Sabtu (25/10/2025).
Manajer sementara PSM, Ahmad Amiruddin, menegaskan fokus utama tim saat ini adalah memperbaiki penyelesaian akhir dan menjaga soliditas pertahanan. “Yang paling penting adalah bagaimana kami tidak kebobolan dulu. Setelah itu bagaimana memanfaatkan peluang dengan lebih baik,” ujarnya di Makassar, Kamis (16/10).
PSM datang ke Kediri dengan misi bangkit setelah menelan kekalahan 1–2 dari Arema FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, akhir pekan lalu. Dalam laga tersebut, PSM sempat unggul 1–0 di babak pertama, namun gagal mempertahankan keunggulan dan kebobolan dua gol cepat di awal babak kedua.
Amiruddin mengakui rotasi pemain menjadi salah satu penyebab turunnya ritme permainan. Pergantian Syahrul Lasinari dengan Rizky Eka Pratama disebut tidak berjalan sesuai ekspektasi. “Itu tanggung jawab kami sebagai pelatih. Kami harus lebih detail lagi dalam hal pergantian. Tidak mudah ketika pemain yang disiapkan mendadak sakit,” katanya.
Menurut Amiruddin, keputusan memainkan Rizky Eka didasarkan pada performanya selama latihan. “Selama latihan, Rizky adalah yang paling siap di posisi itu setelah Dzaky. Hanya saja Dzaky belum sepenuhnya fit,” tambahnya.
Meski demikian, pelatih berusia 41 tahun itu menilai kekalahan dari Arema menjadi pelajaran berharga. Ia menekankan pentingnya konsentrasi hingga peluit akhir dan efektivitas penyelesaian peluang, dua hal yang menjadi perhatian utama dalam sesi latihan terakhir di Lapangan Bosowa Sport Center.
Duel melawan Persik Kediri dinilai tidak mudah. Tim berjuluk Macan Putih itu berada di papan tengah klasemen dan dikenal tangguh di kandang. PSM diprediksi akan menurunkan skuad utama dengan beberapa rotasi di lini depan, termasuk kemungkinan memainkan striker muda Arfan Rahman sejak menit awal.
Selain evaluasi taktik, aspek psikologis pemain juga menjadi fokus. Amiruddin mengakui tekanan besar dirasakan tim pasca hasil minor, namun optimistis PSM akan bangkit. “Kami harus menjaga motivasi pemain agar tidak terpengaruh kekalahan. Target kami adalah meraih tiga poin di Kediri,” ucapnya.
PSM saat ini berada di posisi ke-10 klasemen sementara Super League dengan 12 poin dari sembilan pertandingan, terpaut delapan poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung. Sementara Persik Kediri menempati urutan ke-8 dengan 13 poin.
Laga di Stadion Brawijaya dijadwalkan dimulai pukul 15.30 WIB atau 16.30 Wita, dan akan disiarkan langsung oleh jaringan televisi nasional. Pertemuan terakhir kedua tim di musim sebelumnya berakhir imbang 1–1.
Dengan jadwal padat dan kondisi fisik pemain yang belum sepenuhnya bugar, Amiruddin menekankan pentingnya manajemen energi dan disiplin bertahan. “Kami harus lebih efisien dalam menyerang, tidak boleh kehilangan bola di area sendiri,” tegasnya.
PSM berharap kemenangan di Kediri menjadi momentum kebangkitan menuju posisi empat besar.































