DPR Dorong Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Tepat Sasaran

BPJS
Penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan.

Manyala.co – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah memastikan kebijakan pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan berjalan tepat sasaran. Ia menilai langkah penghapusan tunggakan tersebut merupakan bentuk kepedulian negara terhadap masyarakat tidak mampu, namun perlu mekanisme verifikasi yang ketat agar tidak menimbulkan ketidakadilan bagi peserta lain.

“Kebijakan penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan menunjukkan perhatian pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu. Namun pelaksanaannya harus tepat sasaran dan tidak menimbulkan rasa ketidakadilan bagi peserta yang disiplin membayar iuran,” kata Netty dalam keterangan tertulis, Kamis (6/11/2025).

Netty menegaskan bahwa prinsip keadilan sosial harus menjadi dasar utama dalam penerapan program ini. Ia mengingatkan agar penghapusan tunggakan tidak diberikan secara menyeluruh tanpa seleksi, tetapi melalui proses verifikasi bagi peserta yang benar-benar memenuhi kriteria tidak mampu.

“Penghapusan tunggakan tidak boleh diberikan tanpa proses verifikasi yang teliti. Kemudahan ini hanya untuk peserta yang memenuhi kriteria miskin dan rentan ekonomi,” ujarnya.

Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta pemerintah menjamin validitas data peserta melalui sinkronisasi antara data BPJS Kesehatan, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta data kependudukan daerah. Sinkronisasi dinilai penting agar tidak terjadi kesalahan penyaluran manfaat.

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

“Harus ada mekanisme yang memastikan hanya peserta yang masuk kategori miskin dan rentan ekonomi yang menerima manfaat,” kata Netty. “Verifikasi dan sinkronisasi data mutlak dilakukan agar kebijakan ini tidak salah sasaran. DPR akan ikut mengawasi agar penghapusan tunggakan berbasis data dan bukan sekadar pendekatan administratif.”

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan bahwa program pemutihan iuran tunggakan BPJS Kesehatan akan dimulai pada akhir 2025. Hal itu disampaikan setelah rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Menurut Cak Imin, terdapat empat syarat bagi peserta yang dapat memperoleh pemutihan, yaitu: terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk dalam kategori Peserta Bantuan Iuran (PBI), berasal dari kalangan tidak mampu, serta berstatus Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja (BP) yang diverifikasi oleh pemerintah daerah.

“Pemutihan utang peserta BPJS Kesehatan akan dilakukan melalui proses registrasi ulang agar peserta dapat kembali aktif,” ujar Cak Imin. Ia menambahkan, langkah tersebut juga bertujuan menjaga kesinambungan kepesertaan masyarakat berpenghasilan rendah dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, total tunggakan iuran peserta JKN saat ini mencapai lebih dari Rp 10 triliun. Pemerintah berharap kebijakan penghapusan tunggakan dapat membantu masyarakat miskin memperoleh kembali akses terhadap layanan kesehatan, sekaligus menekan angka peserta nonaktif yang tidak mampu melunasi kewajiban iuran.

Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Netty menambahkan, kebijakan tersebut perlu dikawal agar tidak menimbulkan persepsi ketidakadilan di kalangan peserta aktif yang rutin membayar iuran. Ia juga menekankan pentingnya transparansi publik agar proses pelaksanaan pemutihan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Hingga Kamis sore, pemerintah belum merilis jadwal pasti dimulainya registrasi ulang peserta yang akan menerima manfaat pemutihan. Namun, proses sosialisasi kebijakan disebut akan dimulai pada triwulan pertama 2026 untuk memastikan kesiapan infrastruktur data di tingkat pusat dan daerah.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan nasional, di tengah upaya menekan ketimpangan jaminan sosial dan meningkatkan efisiensi sistem BPJS Kesehatan.

Elon Musk Nilai Kuliah Kian Kurang Relevan di Era AI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom