Makassar, Manyala.co – PSM Makassar akan menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-13 Super League 2025/2026 dalam laga bertajuk Derby Indonesia Timur. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, pada Jumat (21/11/2025) pukul 16.30 Wita. Kedua tim membawa misi penting untuk keluar dari tekanan klasemen, sekaligus menampilkan persaingan dua penyerang asing yang tengah menjadi sorotan.
PSM Makassar saat ini bertengger di peringkat ke-12 dengan 12 poin, hanya terpaut empat poin dari Persijap Jepara yang berada di zona degradasi. Kemenangan menjadi target utama skuat Juku Eja untuk memperlebar jarak dari persaingan papan bawah. Abu Razard Kamara, striker asal Liberia, menjadi tumpuan lini depan. Pemain berusia 28 tahun itu mencetak tiga gol dan satu assist dari tujuh penampilan musim ini, termasuk gol penentu kemenangan 1-0 atas Dewa United pada 9 November 2025.
Kamara dikenal memiliki fisik kuat, agresivitas dalam duel udara, serta kemampuan mencari ruang di area penalti. Performa konsisten tersebut membuatnya kembali menjadi pilihan utama pelatih Tomas Trucha. Dukungan lini tengah dan sayap dianggap penting untuk memaksimalkan efektivitas Kamara sebagai penyelesai akhir. “Striker butuh dukungan dari gelandang dan sayap untuk mendapat bola-bola yang diinginkan,” kata pengamat sepak bola Assegaf Razak saat dimintai pandangan jelang laga.
Di sisi lain, PSBS Biak datang ke Parepare dengan posisi yang tidak jauh lebih baik. Tim berjuluk Badai Pasifik itu berada di peringkat ke-15 dengan sembilan poin, tepat di atas zona degradasi. PSBS membutuhkan hasil positif agar tidak kembali terjerumus ke dasar klasemen. Ruyery Blanco, striker berusia 26 tahun asal Kolombia, menjadi motor serangan tim. Ia mencatatkan tiga gol dan satu assist dari sembilan laga, dengan gol terakhir dicetak saat menghadapi Persita Tangerang pada 9 November 2025.
Blanco memiliki karakteristik berbeda dibanding Kamara. Ia mengandalkan kecepatan, kelincahan, dan kontrol bola untuk menusuk ruang antar lini. Determinasinya kerap menjadi pembeda dalam serangan PSBS, terutama ketika tim mengandalkan transisi cepat. Pengamat Assegaf menilai kedua striker memiliki kualitas yang seimbang. Meski demikian, ia menekankan bahwa hasil pertandingan akan ditentukan oleh kesiapan kolektif. “Tergantung bagaimana persiapan tim selama libur ini,” ujarnya.
Kedua tim memanfaatkan jeda FIFA Matchday dengan menggelar pertandingan uji coba. PSM menantang Persigowa dan PSM U-20 untuk menjaga ritme permainan, sementara PSBS Biak menjalani laga persahabatan melawan PSIM Yogyakarta. Masa jeda tersebut memberi kesempatan bagi pelatih Tomas Trucha dan Divaldo Alves untuk memperbaiki struktur permainan dan merumuskan strategi baru.
Assegaf memprediksi laga berjalan ketat, mengingat kebutuhan poin kedua tim sama besarnya. Ia menyebut Trucha akan menargetkan tiga poin penuh karena bermain di hadapan pendukung sendiri, sedangkan Alves diperkirakan berupaya membawa pulang setidaknya satu poin dari Parepare. “Tomas Trucha pasti mau tiga poin karena tampil di kandang, Divaldo Alves paling tidak membawa pulang satu poin,” ujarnya.
Pertandingan ini menjadi momentum bagi PSM dan PSBS untuk memperbaiki posisi di klasemen menjelang paruh musim. Ketajaman dua penyerang utama dan efektivitas lini tengah diprediksi menjadi faktor penentu dalam Derby Indonesia Timur kali ini.






























