Makassar, Manyala.co – STIMI YAPMI Makassar menggelar Pameran Kewirausahaan “Youth Preneur Fest” sebagai wadah bagi mahasiswa memamerkan produk kreatif hasil pembelajaran dan implementasi teori kewirausahaan. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut menampilkan delapan stan usaha mahasiswa dengan ragam produk inovatif yang telah dipasarkan secara mandiri maupun melalui platform digital.
Ketua STIMI YAPMI Makassar, Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting bagi kampus dalam menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa. “Ini sebenarnya adalah hal yang sudah lama kita harapkan. Bagaimana mengeluarkan potensi-potensi mahasiswa khususnya di STIMI YAPMI,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya implementasi ilmu di luar ruang kelas. “Sekarang kita tidak bisa hanya mengandalkan teori. Mahasiswa harus mampu mengaplikasikan ilmu itu ke dalam realita. Ternyata banyak produk yang sudah bernilai jual,” tambahnya.
Dr. Ibrahim juga menegaskan rencana kampus memfasilitasi pengembangan usaha mahasiswa melalui pendampingan dan platform digital. “STIMI akan memfasilitasi pembuatan startup bisnis digital. Mahasiswa kita arahkan berkelompok, kita buatkan platform online, serta memberikan bantuan dan pendampingan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda permanen di kampus. “Harapan saya kegiatan ini berkelanjutan, tidak hanya melibatkan mahasiswa internal, tetapi juga kampus lain dan alumni. Rencananya akan dilaksanakan setiap Sabtu,” ungkapnya.
Pimpinan Kampus Berikan Dukungan Penuh
Wakil Ketua I STIMI YAPMI Makassar, Dr. H. Syahrir, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa dalam pameran tersebut. “Kegiatan ini kami support luar biasa. Ini bagian dari pemberdayaan mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman dan kreativitas kewirausahaan,” katanya.
Ia menilai keterlibatan delapan stan mahasiswa mencerminkan meningkatnya minat terhadap dunia usaha. “Antusias mahasiswa, pimpinan, dan dosen sangat luar biasa. Kita harus terus memberikan motivasi agar kontribusi mahasiswa di kegiatan ini semakin besar,” ungkapnya.
Dr. Syahrir mendorong agar kegiatan ini diperluas di luar kampus. “Kalau perlu, bukan hanya di lingkungan kampus tetapi juga di luar. Produk-produk mahasiswa bisa dipasarkan secara online,” imbuhnya.
Wakil Ketua III: Tren Wirausaha Mahasiswa Semakin Kuat

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ibu Adriana, S.Pd., M.Pd., menyebut bahwa tren wirausaha di kalangan mahasiswa semakin meningkat seiring perkembangan digital. “Untuk berwirausaha sekarang tidak lagi ada alasan kurang pengalaman. Banyak kanal digital untuk belajar. Kami sangat menyupport kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Dari hasil penilaian stan mahasiswa, ia menemukan bahwa sebagian peserta ternyata sudah memiliki usaha aktif di luar kampus.“Beberapa produk bahkan sudah punya booth di luar kampus. Jadi minat mahasiswa sangat besar, tinggal bagaimana kampus memberi dukungan yang lebih kuat,” ujarnya.
Terkait kolaborasi eksternal, Adriana menilai pameran ini menjadi titik awal yang penting. “Kegiatan ini membuka peluang kolaborasi dengan UMKM dan perusahaan. Kami sudah memiliki kerja sama, dan ke depan pasti ada tindak lanjut,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut berlangsung minimal sekali setiap bulan.“Harapan saya, kreativitas mahasiswa terus berkembang, strategi pemasaran diperkuat, dan inovasi harus selalu diperbarui melihat peluang di luar sana,” tambahnya.
Mahasiswa Turut Merasakan Dampak Besar Pameran
Salah satu peserta pameran, mahasiswa Program Studi Manajemen, Al Azhar, mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman penting dalam menguji produk sekaligus mendapat umpan balik langsung dari pengunjung.“Kegiatan ini sangat membantu kami melihat respons pasar secara nyata. Banyak masukan yang membuat kami ingin memperbaiki kualitas produk dan cara pemasarannya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini terus berlangsung karena berdampak langsung pada peningkatan keterampilan wirausaha mahasiswa. “Kami merasa lebih percaya diri karena karya kami diapresiasi. Semoga kegiatan seperti ini rutin diadakan,” tambahnya.
Presiden BEM: Wadah Strategis Menumbuhkan Ekosistem Bisnis Kampus
Ketua BEM STIMI YAPMI Makassar, Harlan, menyebut bahwa pameran ini menjadi langkah konkret menciptakan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.“Mahasiswa butuh ruang untuk mencoba, gagal, lalu mencoba lagi. Pameran ini adalah wadah yang tepat untuk itu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen BEM untuk mendukung pengembangan kegiatan serupa.
“BEM siap berkolaborasi dengan lembaga kampus maupun mitra eksternal agar kegiatan kewirausahaan menjadi budaya baru di STIMI YAPMI,” katanya.
Dengan dukungan pimpinan, dosen, organisasi mahasiswa, dan antusiasme peserta, pameran kewirausahaan “Youth Preneur Fest” diproyeksikan menjadi kegiatan rutin yang mendorong lahirnya lebih banyak startup dan produk kreatif mahasiswa STIMI YAPMI Makassar.
































