Manyala.co – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, untuk membahas penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Pertemuan tersebut digelar setelah intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan infrastruktur, gangguan komunikasi, dan sejumlah daerah terisolasi. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menjadi salah satu pejabat yang hadir untuk memberikan laporan mengenai situasi terkini di lapangan.
Bima Arya mengatakan bahwa ia belum menerima arahan langsung dari Presiden dalam pertemuan itu karena laporan teknis masih disiapkan. “Oh, belum. Nanti, kami akan laporkan mengenai itu,” ujarnya saat ditemui di Istana Negara. Menurut dia, Kementerian Dalam Negeri terus berkoordinasi dengan para kepala daerah untuk mempercepat penanganan dampak cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa provinsi di Sumatera.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah kepala daerah menghadapi kendala mobilitas, termasuk Wali Kota Langsa yang disebut tidak dapat mengakses wilayahnya setelah kembali dari Jakarta. Selain itu, gangguan komunikasi masih terjadi di beberapa lokasi yang terdampak paling parah. “Dan saluran komunikasi masih terputus di sana,” katanya, merujuk pada wilayah yang belum dapat dijangkau tim penanganan darurat.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan, Bima Arya menyampaikan bahwa Kemendagri telah menurunkan sejumlah pejabat untuk memantau langsung perkembangan di daerah terdampak. Pemerintah juga sedang berupaya memulihkan akses jalan, jaringan komunikasi, dan pasokan listrik. Ia menyebut koordinasi dengan PLN dan sejumlah operator telekomunikasi telah dilakukan untuk memastikan jalur komunikasi dapat berfungsi kembali sesegera mungkin.
Selain itu, Dirjen Administrasi Wilayah Kemendagri, Safrizal, telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyediakan akses transportasi tambahan ke wilayah yang sulit dijangkau. Upaya tersebut termasuk penggunaan helikopter dari Polda, pemerintah provinsi, dan Polri untuk mempercepat distribusi bantuan dan mobilisasi tim penyelamat. “Karena sampai saat ini masih terputus ke banyak daerah,” ujar Bima Arya.
Dalam pertemuan di Istana, Bima Arya memastikan akan menyampaikan laporan komprehensif kepada Presiden mengenai perkembangan penanganan banjir dan longsor. Laporan tersebut tidak hanya mencakup situasi darurat, tetapi juga mencakup isu lain seperti kondisi infrastruktur dan perekonomian daerah yang terdampak.
“Ya, sepertinya antara lain begitu. Tapi kelihatannya ada juga hal-hal lain seperti infrastruktur di daerah, kondisi perekonomian di daerah, dan lain-lain,” katanya.
Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor cenderung meningkat selama periode cuaca ekstrem, yang beberapa tahun terakhir menunjukkan frekuensi lebih tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah pusat biasanya melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat pemulihan, termasuk mobilisasi sarana transportasi udara dan pemulihan jaringan komunikasi. Hingga Kamis malam, belum ada data resmi terbaru mengenai jumlah wilayah yang masih terisolasi atau estimasi kerugian akibat bencana di Sumatera.
































