Gen Z Ungkap Pola Bertahan dan Keluar dari Toxic Relationship

Toxic
Gen Z Ungkap Pola Bertahan dan Keluar dari Toxic Relationship.

Manyala.co – Fenomena toxic relationship semakin banyak dialami generasi Z di Indonesia, dengan pola berulang mulai dari penyangkalan, ketergantungan emosional, hingga keberanian untuk keluar dari hubungan tidak sehat, berdasarkan penuturan sejumlah korban.

Cerita mengenai hubungan yang merugikan secara emosional, verbal, hingga seksual kerap muncul di media sosial dan ruang publik. Pola yang paling sering ditemui adalah siklus kekerasan, permintaan maaf, pemberian perhatian, lalu pengulangan perilaku bermasalah. Situasi ini membuat banyak korban sulit menyadari bahwa hubungan yang dijalani telah berubah menjadi tidak sehat.

Sejumlah individu mengaku tidak langsung menyadari kondisi tersebut. Ada yang menilai pasangannya “sebenarnya baik” meskipun kerap melelahkan secara emosional. Ada pula yang memahami hubungannya bermasalah, tetapi tetap bertahan karena takut kehilangan, takut kesepian, atau berharap pasangan akan berubah.

SA, seorang perempuan yang masih berada dalam hubungan penuh konflik, menggambarkan relasinya sebagai rumit dan sarat perdebatan. Ia menyebut masalah sering muncul tanpa sebab yang jelas, meski dirinya merasa tidak melakukan kesalahan. “Padahal aku ngerasa aku ngga ngapa-ngapain, tapi pasti selalu ada aja yang bikin ribut dan debat, sampai ujung-ujungnya ngajak putus,” kata SA. Meski demikian, ia belum sepenuhnya mengakui hubungannya sebagai toxic dan masih berencana melanjutkan hubungan ke tahap lebih serius.

Kasus lain dialami C, yang telah menjalin hubungan hampir enam tahun. C menyadari hubungannya tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman. Ia menyebut hubungan tersebut terasa hampa, dipenuhi rasa cemas, curiga, dan kecewa. Perselingkuhan berulang menjadi tanda paling jelas, disertai sikap obsesif pasangan dan pengabaian terhadap perasaan C.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Situasi semakin memburuk ketika perselingkuhan pasangannya terbongkar, namun perilaku tersebut tetap berlanjut. Dari pengalaman dan refleksi diri, C akhirnya menyadari bahwa dirinya terjebak dalam toxic relationship dan bertekad keluar dari hubungan tersebut. “Hubungan sehat buat aku itu yang bisa jujur, terbuka, saling menghargai, dan punya batasan yang jelas. Aku cuma pengen sama orang yang lurus,” kata C.

Berbeda dengan SA dan C, AS dan AR merupakan contoh individu yang berhasil keluar dari hubungan tidak sehat. AS memandang toxic relationship sebagai relasi yang kehilangan keseimbangan dan rasa saling menghargai. Menurutnya, manipulasi kerap muncul dengan balutan sikap manis di awal hubungan. “Pinter-pinter pilih pasangan, jangan gampang kegoda bujuk rayu yang keliatannya romantis,” ujar AS.

Pengalaman tersebut membuat AS lebih berhati-hati dan menekankan pentingnya kesadaran sejak awal, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap romantisasi hubungan. Sementara itu, AR menyadari hubungannya bermasalah ketika diminta melakukan hal-hal yang melanggar batas pribadi, termasuk permintaan mengirimkan gambar tidak senonoh.

AR memutuskan mengakhiri hubungan setelah menyadari adanya ketimpangan kekuasaan dan kontrol. Menurutnya, dominasi dalam hubungan hanya dapat diterima jika tidak berubah menjadi perendahan atau paksaan. “Hubungan itu ngga boleh timpang sebelah. Kalau cuma satu pihak yang berkuasa, itu udah ngga sehat,” kata AR.

Pengalaman para Gen Z ini menunjukkan bahwa toxic relationship tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik. Pola manipulasi emosional, kontrol halus, dan normalisasi perilaku bermasalah sering kali membuat korban bertahan lebih lama. Hingga kini, belum ada data nasional resmi yang merinci prevalensi toxic relationship di kalangan generasi muda, namun kesaksian ini menegaskan urgensi literasi hubungan sehat di ruang publik.

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

02

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

03

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

04

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

05

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

06

Pemkab Enrekang Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Periode 2026–2031

07

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement