Makassar, Manyala.co – Tim SAR menemukan ponsel milik co-pilot pesawat ATR PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada hari kedua pencarian, dengan data smartwatch terhubung menunjukkan aktivitas langkah pada Minggu malam. (19/1/2026)
Ponsel tersebut ditemukan di antara serpihan pesawat di kawasan pencarian Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada Minggu, 18 Januari 2026. Perangkat yang diidentifikasi sebagai milik co-pilot Indonesia Air Transport, Muh Farhan Gunawan, kemudian diamankan oleh pihak keluarga setelah ditemukan oleh tim SAR.
Berdasarkan pemeriksaan awal keluarga terhadap perangkat tersebut, layar ponsel menampilkan notifikasi aktivitas yang diyakini berasal dari smartwatch yang terhubung. Data menunjukkan jumlah langkah tercatat sekitar 9.000 pada pukul 18.00 WITA dan meningkat menjadi 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA di hari yang sama.
Keluarga menyampaikan bahwa smartwatch umumnya akan mengatur ulang jumlah langkah setiap pergantian hari. Oleh karena itu, peningkatan angka langkah dalam hari yang sama dinilai menunjukkan adanya pergerakan. Namun, hingga Senin pagi, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas SAR mengenai penyebab atau konteks aktivitas tersebut.
“Mohon izin menyampaikan, untuk smartwatch itu jika ganti hari akan kembali ke nol langkah. Jadi kalau langkahnya terus bertambah di hari yang sama, itu artinya ada pergerakan,” ujar salah satu anggota keluarga.
Kerabat Farhan, Putri Keandedes Hasibuan, mengatakan ponsel tersebut ditemukan bersama satu unit iPhone lainnya oleh tim SAR. Setelah dilakukan pengecekan, salah satu perangkat dipastikan milik Farhan dan langsung diamankan oleh keluarga.
“Adik saya yang merupakan pacar Farhan mendapat kabar dari tim SAR bahwa ditemukan dua iPhone. Setelah dilihat, salah satunya adalah milik Farhan,” kata Putri.
Ia menambahkan bahwa keluarga belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut kepada media. Menurutnya, kondisi psikologis keluarga masih belum stabil di tengah proses pencarian yang sedang berlangsung.
“Adik saya tidak mau diwawancarai karena masih sangat shock dan sedang berjuang mencari Farhan,” ujarnya.
Temuan ponsel dan data aktivitas ini muncul di tengah operasi pencarian hari kedua terhadap korban kecelakaan pesawat ATR yang jatuh di jalur ekstrem Gunung Bulusaraung. Tim SAR gabungan sebelumnya melaporkan medan pencarian sangat curam, tertutup vegetasi rapat, dan berisiko tinggi, sehingga membutuhkan teknik khusus serta waktu yang tidak singkat.
Hingga Minggu malam, tim SAR telah menemukan sejumlah serpihan pesawat dan barang milik korban di beberapa titik berbeda. Setiap temuan telah didata, diamankan, dan ditandai titik koordinatnya untuk membantu mempersempit area pencarian utama.
Otoritas SAR menegaskan bahwa setiap indikasi teknis, termasuk data dari perangkat elektronik, akan diverifikasi secara menyeluruh sebelum ditarik kesimpulan. Hingga Senin pagi, belum ada pernyataan resmi yang menyatakan status korban berdasarkan data smartwatch tersebut.
Operasi pencarian dan pertolongan masih terus berlanjut dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta dukungan peralatan darat dan udara. Informasi resmi terkait perkembangan pencarian akan disampaikan secara berkala oleh pihak berwenang.
































