Manyala.co – Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan 72,8 persen responden menyatakan puas terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto, dengan tingkat kepuasan kelompok Gen Z mencapai 80,7 persen.
Dalam survei tersebut, 60,6 persen responden mengaku cukup puas dan 12,2 persen sangat puas terhadap program MBG. Sementara itu, 24,4 persen responden menyatakan tidak puas. Survei dilakukan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun melalui wawancara tatap muka.
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhatadi, menyatakan tingkat ketidakpuasan publik masih berada di kisaran seperempat responden. “Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat. Nah, kalau yang puas total 72,8 persen, tapi yang betul-betul sangat puas itu masih ‘selo’ gitu ya, masih 12,2 persen,” katanya dalam konferensi pers, Minggu.
Burhanuddin menilai kelompok yang menyatakan “cukup puas” berpotensi berubah seiring evaluasi kualitas program, termasuk upaya Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan standar distribusi dan menekan potensi kasus keracunan makanan. Namun, ia tidak merinci temuan spesifik terkait insiden tersebut.
Survei juga mencatat 80,7 persen responden dari kelompok Generasi Z menyatakan puas terhadap MBG. Kelompok ini mencakup pemilih muda yang dalam beberapa survei sebelumnya dinilai menjadi segmen penting dalam peta politik nasional.
Selain mengukur kepuasan terhadap program, survei tersebut menilai korelasi antara MBG dan tingkat persetujuan terhadap kinerja Presiden. Burhanuddin menyebut terdapat indikasi bahwa semakin tinggi kepuasan terhadap MBG, semakin tinggi pula tingkat persetujuan terhadap kinerja Prabowo, yang dapat mencapai 88,5 persen dalam kelompok yang sangat puas terhadap program tersebut.
“Dalam jumlah yang sangat besar 43,7 persen mereka yang tidak puas terhadap program MBG itu, yang merasa tidak puas dengan kinerja Prabowo. Jadi artinya, seperempat warga yang tidak puas terhadap MBG itu cenderung tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo,” ujarnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah dengan alokasi anggaran Rp335 triliun untuk tahun 2026. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi pelajar dan kelompok sasaran lainnya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menekan angka stunting.
Indikator Politik Indonesia menyatakan survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen. Hingga Minggu malam, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait hasil survei tersebut.
Pengamat kebijakan publik sebelumnya menilai keberlanjutan program berskala besar seperti MBG akan sangat bergantung pada efektivitas distribusi, pengawasan kualitas, dan konsistensi pendanaan dalam jangka panjang.
































