Manyala.co โ Serangan menggunakan pesawat nirawak kembali menargetkan kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad yang berada di kawasan Zona Hijau, pusat pemerintahan dan diplomatik di ibu kota Irak.
Menurut sumber dari Kementerian Dalam Negeri Irak yang tidak ingin disebutkan namanya, dua drone yang dipasangi bahan peledak berhasil mencapai perimeter kedutaan sebelum meledak.
Ledakan tersebut memicu kebakaran yang terlihat dari luar kompleks dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas di dalam area kedutaan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tersebut.
Pihak berwenang Irak juga belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan ini terjadi setelah rangkaian insiden serupa yang menargetkan kompleks kedutaan sejak Senin malam hingga Selasa pagi.
Frekuensi serangan yang meningkat menunjukkan eskalasi ancaman terhadap fasilitas diplomatik asing di Irak, khususnya di Zona Hijau Baghdad.
Kawasan Zona Hijau selama ini dikenal sebagai area dengan pengamanan ketat yang menampung kantor pemerintahan Irak, lembaga internasional, dan kedutaan besar negara-negara asing.
Namun demikian, wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir tetap menjadi target serangan roket dan drone, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Serangan terhadap fasilitas diplomatik seperti kedutaan besar umumnya memicu kekhawatiran terkait stabilitas keamanan dan hubungan internasional.
Dalam konteks Irak, serangan-serangan tersebut kerap dikaitkan dengan dinamika konflik regional dan keberadaan kelompok bersenjata non-negara.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun otoritas Irak terkait langkah lanjutan setelah insiden ini.
Situasi keamanan di sekitar kompleks kedutaan dilaporkan masih dalam pemantauan ketat aparat setempat.
Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi tambahan mengenai tingkat kerusakan maupun perkembangan penyelidikan atas serangan tersebut.
































