Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mencapai sejumlah capaian signifikan dalam 100 hari pertama masa jabatan mereka. Berikut adalah beberapa realisasi utama:
- Tingkat Kepuasan Publik yang Tinggi
Survei yang dilakukan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 80,9 persen (survey Litbang Kompas). Meskipun demikian, tantangan terkait pemerataan hasil pembangunan masih perlu diatasi.
- Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis
Pada awal tahun 2025, pemerintah meluncurkan program makan bergizi gratis yang ditujukan bagi siswa sekolah dan pesantren. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak dan mendukung perkembangan mereka.
- Peningkatan Legitimasi Politik
Tingginya apresiasi publik terhadap kinerja 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran berkontribusi pada penguatan legitimasi politik pemerintah saat ini. Hal ini mencerminkan respons positif masyarakat terhadap langkah-langkah kebijakan yang diambil. Hal ini tidak hanya memperkuat legitimasi politik pemerintah, tetapi juga menciptakan momentum untuk mengimplementasikan program-program strategis lainnya. Kepercayaan publik yang tinggi memberikan landasan kuat bagi pemerintah untuk melanjutkan agenda reformasi, memperbaiki pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
- Pengawasan dan Dorongan dari DPR
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendorong pemerintahan Prabowo-Gibran agar tetap konsisten dalam melaksanakan program-programnya setelah melewati 100 hari kerja.
- Tantangan dalam Kecepatan Implementasi Program
Beberapa pengamat menilai bahwa kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran masih terhitung lambat dalam 100 hari pertama, dengan kesan bahwa hanya presiden dan beberapa menteri yang aktif bekerja.
Secara keseluruhan, pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan capaian positif dalam 100 hari pertama, namun tetap dihadapkan pada tantangan untuk memastikan pemerataan hasil pembangunan dan percepatan implementasi program-program yang telah dicanangkan.
Namun, 100 hari pertama pemerintahan tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya tolak ukur keberhasilan. Setiap pemerintahan baru, terutama di negara sebesar Indonesia, pasti mengalami fase transisi yang memerlukan waktu untuk beradaptasi dan menyusun kebijakan yang tepat.
Dalam konteks ini, lambatnya kinerja pemerintahan bisa jadi merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang lebih besar, di mana langkah-langkah awal diambil untuk membangun fondasi kokoh bagi pemerintahan selanjutnya.

































Komentar